- Makan Bareng, Potret Kedekatan Masyarakat Kepulauan Solomon dengan Satgas Port Visit 2026
- Bareskrim Bongkar jaringan Internasional Penyelundupan 12 Boks Benih Bening Lobster, Nilainya Rp5,8 Miliar
- Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Jumlah Alumni Terserap di Pasar Kerja
- Tangkapan TNI AL di Lampung, Ribuan Cartridge Liquid Vape Yakuza dan Batman Dimusnahkan
- Marinir Indonesia dan Militer Australia Sama-sama Asah Kemampuan Tempur
- KRI SIM-367 dan 3 Kapal Perang Australian Defence Force Uji Ketangguhan di Bali
- Catat, KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala 31 Oktober 2026
- Soal Cara Bertahan Hidup di Hutan, Tentara Australia Nyerah, Berguru pada Marinir Indonesia
- Pendekatan Geopolitik, Hukum Laut Internasional, dan Strategi diplomasi
- Tim QR Kodaeral I Bongkar Dugaan Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Deli Serdang
Pengalaman Babak Belur Dihantam Buzzer, Capres Anies Baswedan Imbau Pers Tidak Provokatif

Keterangan Gambar : Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Capres Anies Baswedan. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com,(IMN),JAKARTA: Capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku pernah babak belur dihantam buzzer saat memimpin Jakarta. Ia mengatakan bila terpilih menjadi presiden, ia tidak akan menggunakan buzzer dalam menghadapi kritikan.
Pernyataan ini dilontarkan Anies ketika berdialog di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023). Anies mengungkapkan ketika ia menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ia tidak pernah menggunakan buzzer untuk melawan kritik masyarakat.
Baca Lainnya :
- Safari Ganjar Pranowo ke PWI Pusat: Luruskan Informasi yang Bengkok0
- ASEAN Port Association Meeting di Bali, Perkuat Kerja Sama Pelabuhan 9 Negara0
- 7.500 Perempuan Hebat Getarkan Istora Senayan, Kick Off Hari Ibu0
- Hadiri Launching HPN 2024, Menkop UKM Teten Masduki Soroti Kondisi Media0
- Khidmad, Wagub Bengkulu Pimpin Upacara Tabur Bunga di Perairan Pulau Baai0
"Kalau saya pakai buzzer kemarin gak mungkin babak belur seperti ini. Natural saja," ungkap Anies. Ketika itu ia tetap menjalankan tugas dan selalu membuka ruang kritik, karena yakin si pemutar balik fakta pasti akan berbalik ketika melihat kenyataan hasil kerjanya.
Di mata Anies, penggunaan buzzer bisa merusak ruang komunikasi. Karenanya ia berharap kepada media untuk objektif dan independen, serta memberi ruang baik kepada publik maupun goverment.
Ruang kritik menurut Anies memang harus dibuka. "Kenapa? Karena bila publik memberi kritik maka publik menanti jawabannya," sambung Anies.
Ia juga mengimbau pers untuk menghindari berita–berita provokatif, karena dapat memperkuat polarisasi di tengah masyarakat, apalagi saat masa kampanye jelang Pemilu 2024.
“Berita-berita provokatif hanya akan menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri feeding kepada buzzer,” ucap Anies.
Seperti diketahui, PWI menggelar dialog dengan 3 Capres yang akan berlaga di Pilpres 2024. Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun mengatakan, acara ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024.
Sehari sebelumnya, Kamis (30/11/2023) Capres Ganjar Pranowo juga berkunjung ke markas PWI dan menggelar dialog yang sama. Sedangkan Capres Prabowo Subianto meski telah diundang namun belum menetapkan jadwal kapan ia akan hadir. ( Arry/Oryza)











