- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Pengalaman Babak Belur Dihantam Buzzer, Capres Anies Baswedan Imbau Pers Tidak Provokatif

Keterangan Gambar : Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Capres Anies Baswedan. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com,(IMN),JAKARTA: Capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku pernah babak belur dihantam buzzer saat memimpin Jakarta. Ia mengatakan bila terpilih menjadi presiden, ia tidak akan menggunakan buzzer dalam menghadapi kritikan.
Pernyataan ini dilontarkan Anies ketika berdialog di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023). Anies mengungkapkan ketika ia menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ia tidak pernah menggunakan buzzer untuk melawan kritik masyarakat.
Baca Lainnya :
- Safari Ganjar Pranowo ke PWI Pusat: Luruskan Informasi yang Bengkok0
- ASEAN Port Association Meeting di Bali, Perkuat Kerja Sama Pelabuhan 9 Negara0
- 7.500 Perempuan Hebat Getarkan Istora Senayan, Kick Off Hari Ibu0
- Hadiri Launching HPN 2024, Menkop UKM Teten Masduki Soroti Kondisi Media0
- Khidmad, Wagub Bengkulu Pimpin Upacara Tabur Bunga di Perairan Pulau Baai0
"Kalau saya pakai buzzer kemarin gak mungkin babak belur seperti ini. Natural saja," ungkap Anies. Ketika itu ia tetap menjalankan tugas dan selalu membuka ruang kritik, karena yakin si pemutar balik fakta pasti akan berbalik ketika melihat kenyataan hasil kerjanya.
Di mata Anies, penggunaan buzzer bisa merusak ruang komunikasi. Karenanya ia berharap kepada media untuk objektif dan independen, serta memberi ruang baik kepada publik maupun goverment.
Ruang kritik menurut Anies memang harus dibuka. "Kenapa? Karena bila publik memberi kritik maka publik menanti jawabannya," sambung Anies.
Ia juga mengimbau pers untuk menghindari berita–berita provokatif, karena dapat memperkuat polarisasi di tengah masyarakat, apalagi saat masa kampanye jelang Pemilu 2024.
“Berita-berita provokatif hanya akan menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri feeding kepada buzzer,” ucap Anies.
Seperti diketahui, PWI menggelar dialog dengan 3 Capres yang akan berlaga di Pilpres 2024. Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun mengatakan, acara ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024.
Sehari sebelumnya, Kamis (30/11/2023) Capres Ganjar Pranowo juga berkunjung ke markas PWI dan menggelar dialog yang sama. Sedangkan Capres Prabowo Subianto meski telah diundang namun belum menetapkan jadwal kapan ia akan hadir. ( Arry/Oryza)











