- Diikuti 12.128 Peserta, Kemnaker Mulai Gelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pulau Damer: Kas Keliling, Edukasi Kebangsaan dan Bakti Kesehatan
- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
Pengalaman Babak Belur Dihantam Buzzer, Capres Anies Baswedan Imbau Pers Tidak Provokatif

Keterangan Gambar : Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Capres Anies Baswedan. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com,(IMN),JAKARTA: Capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku pernah babak belur dihantam buzzer saat memimpin Jakarta. Ia mengatakan bila terpilih menjadi presiden, ia tidak akan menggunakan buzzer dalam menghadapi kritikan.
Pernyataan ini dilontarkan Anies ketika berdialog di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023). Anies mengungkapkan ketika ia menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ia tidak pernah menggunakan buzzer untuk melawan kritik masyarakat.
Baca Lainnya :
- Safari Ganjar Pranowo ke PWI Pusat: Luruskan Informasi yang Bengkok0
- ASEAN Port Association Meeting di Bali, Perkuat Kerja Sama Pelabuhan 9 Negara0
- 7.500 Perempuan Hebat Getarkan Istora Senayan, Kick Off Hari Ibu0
- Hadiri Launching HPN 2024, Menkop UKM Teten Masduki Soroti Kondisi Media0
- Khidmad, Wagub Bengkulu Pimpin Upacara Tabur Bunga di Perairan Pulau Baai0
"Kalau saya pakai buzzer kemarin gak mungkin babak belur seperti ini. Natural saja," ungkap Anies. Ketika itu ia tetap menjalankan tugas dan selalu membuka ruang kritik, karena yakin si pemutar balik fakta pasti akan berbalik ketika melihat kenyataan hasil kerjanya.
Di mata Anies, penggunaan buzzer bisa merusak ruang komunikasi. Karenanya ia berharap kepada media untuk objektif dan independen, serta memberi ruang baik kepada publik maupun goverment.
Ruang kritik menurut Anies memang harus dibuka. "Kenapa? Karena bila publik memberi kritik maka publik menanti jawabannya," sambung Anies.
Ia juga mengimbau pers untuk menghindari berita–berita provokatif, karena dapat memperkuat polarisasi di tengah masyarakat, apalagi saat masa kampanye jelang Pemilu 2024.
“Berita-berita provokatif hanya akan menguntungkan buzzer dan memperkuat polarisasi di masyarakat. Jadi, jangan beri feeding kepada buzzer,” ucap Anies.
Seperti diketahui, PWI menggelar dialog dengan 3 Capres yang akan berlaga di Pilpres 2024. Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun mengatakan, acara ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2024.
Sehari sebelumnya, Kamis (30/11/2023) Capres Ganjar Pranowo juga berkunjung ke markas PWI dan menggelar dialog yang sama. Sedangkan Capres Prabowo Subianto meski telah diundang namun belum menetapkan jadwal kapan ia akan hadir. ( Arry/Oryza)











