- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Pelindo Solusi Logistik Ekspor Perdana 29 Ton Ikan Layur ke Tiongkok

Keterangan Gambar : : PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melakukan ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ke Tiongkok. Nilainya mencapai Rp1,3 miliar. Foto: Humas SPSLL
Indonesiamaritimenews.com (IMN) JAKARTA: PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melakukan ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ke Tiongkok. Nilainya mencapai Rp1,3 miliar.
Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha mengatakan, ekspor dilakukan sebagai upaya untuk mendorong ekspor Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. Puluhan ton Ikan Layur beku tersebut milik PT Hasil Melimpah Cilacap itu
"Melalui salah satu anak perusahaan yakni PT Multi Terminal Indonesia, SPSL memberikan dukungan pengiriman ekspor perdana 29 Ton Ikan Layur beku (trichiurus lepturus) yang ada di Cilacap, Jawa Tengah ke Tiongkok.” kata Joko melalui keterangan tertulis yang diterima indonesiamaritimenews.com Kamis (30/3/2023).
Baca Lainnya :
- Ekspedisi Jala Citra 3-2023 Flores, TNI AL Gali Potensi Maritim di Laut Indonesia 0
- Kembangkan Poros Maritim Dunia & Wilayah Pesisir TNI AL Bangun Pangkalan di Kaimana0
- Sampan Dihantam Ombak, Nelayan Tenggelam,TNI AL & Tim SAR Temukan Jenazah0
- FIFA Coret Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, ini Kata Erick Thohir0
- Universitas Mercu Buana Jakarta dan PWI Jaya Lanjutkan Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi0
Menurut Joko, SPSL memiliki komitmen mendorong perekonomian Indonesia, antara lain melalui dukungan pengiriman komoditas ekspor unggulan Indonesia pada sektor non-industrial revolution (IR) 4.0 yakni industri perikanan.
“Pasca penggabungan (merger) Pelindo, SPSL terus melakukan upaya untuk menciptakan value creation serta berkomitmen untuk terus memberikan service excellence," ungkap Joko.
Ekspor Ikan Layur beku ke Tiongkok, menurut Joko ikut menambah daftar produk ekspor Indonesia. Ekspor ini diharapkan dapat memacu perusahaan lain untuk melakukan ekspor dan mendukung terciptanya produk dalam negeri yang mampu bersaing di kancah global.
"Selain itu, kegiatan ekspor ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat setempat, serta mengurangi tingkat pengangguran," sambung Joko.
Dukungan terhadap pengiriman ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ini merupakan salah satu bentuk layanan bidang logistik SPSL Group. Yaotu cold chain yang berkolaborasi dengan seluruh pemain logistik yang ada baik dari hulu ke hilir, dengan competitive advantage yang dihadirkan melalui konektivitas ke pelabuhan. Sehingga dapat menghadirkan jaringan ekosistem logistik nasional secara end-to-end dan terintegrasi guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien.
SPSL optimistis kinerja perusahaan dapat terus tumbuh. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong proyek pembangunan di berbagai industri kembali menggeliat sehingga berdampak pada peluang pendapatan perusahaan. (Arry/Oryza)











