- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Pelindo Solusi Logistik Ekspor Perdana 29 Ton Ikan Layur ke Tiongkok

Keterangan Gambar : : PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melakukan ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ke Tiongkok. Nilainya mencapai Rp1,3 miliar. Foto: Humas SPSLL
Indonesiamaritimenews.com (IMN) JAKARTA: PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, melakukan ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ke Tiongkok. Nilainya mencapai Rp1,3 miliar.
Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha mengatakan, ekspor dilakukan sebagai upaya untuk mendorong ekspor Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. Puluhan ton Ikan Layur beku tersebut milik PT Hasil Melimpah Cilacap itu
"Melalui salah satu anak perusahaan yakni PT Multi Terminal Indonesia, SPSL memberikan dukungan pengiriman ekspor perdana 29 Ton Ikan Layur beku (trichiurus lepturus) yang ada di Cilacap, Jawa Tengah ke Tiongkok.” kata Joko melalui keterangan tertulis yang diterima indonesiamaritimenews.com Kamis (30/3/2023).
Baca Lainnya :
- Ekspedisi Jala Citra 3-2023 Flores, TNI AL Gali Potensi Maritim di Laut Indonesia 0
- Kembangkan Poros Maritim Dunia & Wilayah Pesisir TNI AL Bangun Pangkalan di Kaimana0
- Sampan Dihantam Ombak, Nelayan Tenggelam,TNI AL & Tim SAR Temukan Jenazah0
- FIFA Coret Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, ini Kata Erick Thohir0
- Universitas Mercu Buana Jakarta dan PWI Jaya Lanjutkan Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi0
Menurut Joko, SPSL memiliki komitmen mendorong perekonomian Indonesia, antara lain melalui dukungan pengiriman komoditas ekspor unggulan Indonesia pada sektor non-industrial revolution (IR) 4.0 yakni industri perikanan.
“Pasca penggabungan (merger) Pelindo, SPSL terus melakukan upaya untuk menciptakan value creation serta berkomitmen untuk terus memberikan service excellence," ungkap Joko.
Ekspor Ikan Layur beku ke Tiongkok, menurut Joko ikut menambah daftar produk ekspor Indonesia. Ekspor ini diharapkan dapat memacu perusahaan lain untuk melakukan ekspor dan mendukung terciptanya produk dalam negeri yang mampu bersaing di kancah global.
"Selain itu, kegiatan ekspor ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat setempat, serta mengurangi tingkat pengangguran," sambung Joko.
Dukungan terhadap pengiriman ekspor perdana 29 ton Ikan Layur beku ini merupakan salah satu bentuk layanan bidang logistik SPSL Group. Yaotu cold chain yang berkolaborasi dengan seluruh pemain logistik yang ada baik dari hulu ke hilir, dengan competitive advantage yang dihadirkan melalui konektivitas ke pelabuhan. Sehingga dapat menghadirkan jaringan ekosistem logistik nasional secara end-to-end dan terintegrasi guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien.
SPSL optimistis kinerja perusahaan dapat terus tumbuh. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong proyek pembangunan di berbagai industri kembali menggeliat sehingga berdampak pada peluang pendapatan perusahaan. (Arry/Oryza)











