- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Menko Airlangga Tinjau Galangan Kapal KRI Teluk Palu-523 di Bandar Lampung

Keterangan Gambar : Menko Perekonomian Aiirlangga Hartarto tinjau galangan kapal KRI Teluk Palu di Bandar Lampung. Foto: Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Tinjau Galangan Kapal
KRI Teluk Palu-523 di Bandar Lampung
Indonesiamaritimenews.com (IMN),LAMPUNG : Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, industri perkapalan harus terus didukung guna memperkuat konektivitas perekonomian melalui transportasi laut.
Baca Lainnya :
- 11 Tewas dan 13 Orang Selamat Saat Ritual di Pantai Payangan, Ini Identitasnya0
- Ritual Maut di Pantai, 11 Warga Tewas Diseret Ombak Pesisir Jember0
- Yes! MotoGP Akui Sirkuit Mandalika Terindah di Dunia 0
- Pelaku UMKM Didorong Gunakan Tol Laut, Biaya Logistik Lebih Murah0
- Penangkapan Ikan Berbasis Kuota, Catat Wilayahnya0
“Industri ini harus terus kita dukung untuk memperkuat perekonomian Indonesia melalui konektivitas antar wilayah dengan sarana transportasi laut,” ujar Airlangga Hartarto saat mengunjungi salah satu galangan kapal nasional, PT Daya Radar Utama (DRU) Shipyard di daerah Srengsem, Bandar Lampung, Sabtu (12/2/2022).
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat berkepentingan dengan keberadaan industri perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri. Selain memberikan multiplier effect untuk kemudian menjadi penggerak perekonomian, peran industri perkapalan juga sangat penting dalam mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui penguatan sarana transportasi laut.
Melihat peran strategis dan prospek pertumbuhan industri ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan dukungan yang di antaranya yakni dengan menjaga iklim investasi tetap kondusif agar kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan dapat menjadi lebih optimal.
Selain itu, juga diberikan pelatihan kepada sumber daya manusia yang bergerak di industri perkapalan nasional untuk lebih meningkatkan daya saing. Bahkan, Pemerintah juga memaksimalkan adanya industri perkapalan nasional untuk dapat mendukung kekuatan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI), terutama terkait pemenuhan beragam kebutuhan kapal patroli dan sejenisnya.
INDUSTRI KAPAL NASIONAL
Peran PT DRU Shipyard sendiri dalam industri perkapalan nasional telah dimulai sejak tahun 1972 serta telah memproduksi kurang lebih 400 kapal dari berbagai tipe dan ukuran. Lini bisnis yang digeluti PT DRU Shipyard yakni pembuatan kapal baru, pemeliharaan dan perbaikan kapal serta proyek-proyek konversi.
Pada 1993, perluasan PT DRU Shipyard yang pada saat itu masih bernama PT Noahtu Shipyard diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI Bapak Ir. Hartarto, ayah Airlangga Hartarto.
Dalam peninjauan tersebut, Airlangga melihat secara langsung KRI Teluk Palu-523 milik TNI Angkatan Laut, salah satu produksi dari PT DRU Shipyard. Ia juga berkeliling ke beberapa bagian kapal. PT DRU Shipyard memiliki klasifikasi internasional dari beberapa negara lain seperti Jepang, Italia, Amerika Serikat, dan Perancis,
Selain dipercaya membuat kapal TNI, juga dipercaya untuk membuat kapal Pertamina dan beberapa institusi lainnya. Selain itu juga telah bekerja sama dengan perusahaan alutsista ternama dunia yaitu Haveksan Turki dan Thales Belanda. (Han/Oriz)











