Breaking News
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
- Update Gempa di NTT, Korban Meninggal Dunia 111 Orang, 21.552 Warga Masih Mengungsi
- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia, Fadli Zon: Aktivis yang Berani Bicara dan Bersikap

Keterangan Gambar : Lieus Sungkharisma. Foto: instagram
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Aktivis yang dikenal vokal, Lieus Sungkharisma meninggal dunia. Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung.
Informasi yang dihimpun indonesiamaritimenews.com Lieus menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (24/1/2023) malam di RS Pondok Indah, Bintaro, akibat. Jenazahnya kemudian dibawa menuju Rumah Duka Heaven di Pluit, Jakarta Utara.
Lieus terakhir kali tampil di hadapan publik pada Senin (16/1) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada acara peringatan 49 tahun Peristiwa Malari dan ulang tahun ke-23 Indemo. Di acara itu Lieus ikut berorasi.
Meninggalnya Lieus membawa kesedihan bagi teman-teman aktivis serta politisi yang mengenal dekat pria tersebut. Fadli Zon, anggota DPR RI yang juga Waketum Partai Gerindra mengungkapkan rasa sedihnya di twitter.
"Selamat jalan Bro Lieus Sungkharisma, aktivis yang berani bicara dan bersikap. Sungguh sedih dan merasa kehilangan," tulis Fadli Zon di akun twitternya @fadlizon. "Saya mengenalnya sejak 1992, ketika almarhum menjadi Ketum Gemabudhi. RIP Bro Lieus," imbuhnya.
Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel juga mengungkapkan rasa sedih. "Iya, ikut bersedih," kata Noel yang pernah beberapa kali membuat konten YouTube bersama Noel.
Seperti diketahui, Lieus dikenal sebagai aktivis yang vokal. Ia sering turun ke jalan ikut berdemo bersama beberapa ormas menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Ia juga kerap bergabung falam kegiatan alumni 212.
Lieus juga membela mantan Menpora Roy Suryo yang tersandung kasus pidana penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Roy dipidana karena membuat meme patung stupa berwajah Presiden Jokowi. (Fat/Oryza)
Write a Facebook Comment











