- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja
- Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, KRI Makassar-590 Angkut Alat Berat dari Kalimantan
- Bantuan Beras 1,2 Ton Diangkut Pesawat Udara TNI AL, Disalurkan ke Korban Bencana di Gayo Lues Aceh
- Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi
- Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif
- Jelajah Wisata Bangka Selatan, PWI Ajak Telusuri Jejak Sejarah dan Pesona Keindahan Bahari
- Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan
- Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Sulut, 9 Orang Meninggal, 5 Rumah Hilang
- Menutup Tahun 2025, Pelindo Berbagi Kasih Santuni Anak Yatim dan Renovasi Panti Asuhan
- H+8 Nataru 2025/2026, Pelindo Layani 1,5 Juta Penumpang Angkutan Laut
Kualitas SDM Telekomunikasi Pelayaran Harus Handal

Keterangan Gambar : 30 Orang peserta dari Direktorat Kenavigasian dan Distrik Navigasi mengikuti pelatihan. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN) BOGOR (6/3) – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang telekomunikasi pelayaran yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional maupun internasional, diperlukan pendidikan dan pelatihan salah satunya melalui Training Operator Radio Umum (ORU).
Hal ini disampaikan oleh Direktur Kenavigasian Capt. Budi Mantoro saat membuka kegiatan Training Operator Radio Umum (ORU) Direktorat Kenavigasian Tahun 2023 di Bina Sena Maritime Training Center, Ciawi Bogor, Jawa Barat, Senin (6/3).
"Pelaksanaan Training ORU ini merupakan bentuk tanggung jawab Direktorat Kenavigasian dalam rangka melaksanakan fungsi pembinaan terhadap Distrik Navigasi di bidang pengembangan SDM yang selaras dengan tagline Pemerintah yaitu "SDM Unggul Indonesia Maju”, kata Capt. Budi dalam keterangan tertulis.
Baca Lainnya :
- Libur Nataru, Cuaca Ekstrem dan Kelaikan Kendaraan Harus Jadi Perhatian Khusus0
- Menhub dan Menko PMK Pantau Lalu Lintas Libur Nataru di Pos Gadog Puncak0
- 1 Juta Penumpang Naik Kereta Api Selama Libur Nataru, Melonjak 204 Persen 0
- Truk ODOL Dilarang Naik Kapal, Kalau Nekat Usir Saja0
- Cuaca Ekstrem, Kemenhub Gandeng BMKG, BRIN dan BNPB Antisipasi Dampak Buruk0
Menurut Capt. Budi, saat ini operator radio yang bertugas di VTS dan SROP bukan hanya terkait dengan public corespondence (korespondensi umum) tapi juga harus mampu menjadi pintu gerbang komunikasi saat terjadi kejadian atau musibah di laut (on scene communication).
"Dalam melaksanakan tugas dan fungsi mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim, kita harus memiliki tanggungjawab moral yang harus dilakukan sebaik-baiknya sebagai on scene communication," ujarnya.
Pihaknya berharap nantinya para peserta training yang telah mendapatkan sertifikat ORU ini ditempatkan di instalasi telekomunikasi pelayaran sehingga kebutuhan personel Telkompel dapat terpenuhi.
“Ikutilah proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya baik teori maupun praktik sehingga kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki dapat diimpelemntasikan dalam tugas sehari-hari di unit kerja masing-masing," tutup Capt. Budi.
Training ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Direktorat Kenavigasian dan Distrik Navigasi seluruh Indonesia yang akan mengikuti pelatihan selama 3 minggu mulai 3 Maret hingga 22 Maret 2023. (Fat/Oryza)











