- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
- Kemnaker Luncurkan Pelatihan Kerja di Sukabumi, Paket Vokasi 1.600 Calon Peserta
- Townhall Meeting IPC TPK 2026: Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan
- Program P3MD, Pelindo Regional 2 Tanamkan Pemahaman Ekosistem Bisnis Kepelabuhanan
Kota Sampit Diselimuti Asap Tebal, Kemenhub Tingkatkan Patroli Kapal

Keterangan Gambar : Kota Sampit Diselimuti Asap Tebal, Kemenhub Tingkatkan Patroli Kapal dan nakhoda diimbau berhati-hati. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN),SAMPIT: Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap yang cukup tebal menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Akibatnya jarak pandang sangat terbatas.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan c.q. Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mengeluarkan Notice To Marine (NTR) kepada seluruh Nakhoda kapal untuk lebih berhati-hati saat berlayar melintas di alur Sungai Mentaya Sampit.
Baca Lainnya :
- Keluarga Awak Kapal Meninggal di Perairan Mauritius Terima Hak Asuransi Ratusan Juta0
- Marsekal Madya TNI Kusworo, Pilot Jet Tempur Dipercaya Jadi Kepala Basarnas0
- Speed Boat Bawa PMI ke Malaysia Dikejar Tim TNI AL, 7 Orang Diamankan0
- Ngeri! Kapal KMP Mutiara Berkah I Terbakar di Merak, 149 Penumpang Dievakuasi Pakai Crane0
- Kapal Kargo Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa0
Kepala KSOP Sampit, Capt. Mohammad Hermawan, menginstruksikan kepada seluruh nahkoda kapal penumpang, niaga, penyebrangan, nelayan, dan lain lain agar meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan jarak pandang saat melakukan olah gerak kapal maupun pelayaran di sepanjang alur pelayaran Pelabuhan Sampit.
“Dari malam, subuh sampai pagi jam 06.00 jam 07.00, kita pantau di lapangan jarak pandangnya terbatas. Melihat kondisi itu, anggota kami telah stand by di zona patrolinya masing-masing demi memantau kondisi di lapangan,” ujar Mohammad Hermawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/10/2023).
Koordinasi menyeluruh juga dilakukan dengan Kantor Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin untuk meneruskan ke Stasiun Radio Otomatis Pantai (SROP) Sampit, agar dapat mengimbau kapal-kapal yang melintas di Sampit berhati-hati atau menjaga jarak dengan kecepatan waktu berlayar.
Selain itu, KSOP Sampit juga menjalin komunikasi dengan beberapa dinas terkait diantaranya Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur untuk mengingatkan kapal ferri penyebrangan lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas berlayar dan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan agar dapat mengimbau para nelayan menjaga keselamatan mereka di saat kondisi cuaca buruk seperti ini.
Antisipasi jika terjadi gangguan-gangguan ini membuat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui KSOP Sampit, dapat bergerak cepat untuk mengeluarkan imbauan Notice to Marine NTR kepada seluruh kapal yang akan masuk ke alur Sungai Mentaya. (Riz/Oryza)











