- IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh Jadi Destinasi Unggulan Sumatera Selatan
- IPC TPK Peringati Bulan K3 Nasional, Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan
- 9 Kapal Perang RI Manuver Kekuatan di Perairan Rawan Penyelundupan Timah
- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
KKP Genjot Budidaya Ikan di Sumatera Selatan, Produksi Musi Rawas Paling Tinggi

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (tengah). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PALEMBANG: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di bidang budidaya. Upaya ini bertujuan mewujudkan swasembada pangan.
Hal tersebut dijelaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat koordinasi bidang pangan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/1). Trenggono menjelaskan pihaknya tengah menyelesaikan berbagai persoalan budidaya yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk di Sumatera Selatan.
Baca Lainnya :
- Setahun, ASDP Kumpulkan 1,72 Ton Sampah Plastik0
- Hilirisasi Rajungan di Jepara, KKP Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Naik Kelas0
- Patok Pagar Bambu 30 Km di Laut Tangerang Disegel KKP, Tak Sesuai UNCLOS dan Ancam Ekologi0
- Revitalisasi Tambak Idle di Karawang, Menteri Trenggono: Tidak Merusak Ekosistem Mangrove0
- Cetak Rekor Pertama, PNBP Ditjen Perhubungan Laut Tembus Angka Rp6 Triliun0
“Soal pakan ikan memang secara nasional sedang kita merancang dan formulasikan agar bisa stabil. Kedua, bibit. Salah satunya Musi Rawas yang paling besar produksinya di Sumatera Selatan. Sedang kita siapkan. Segera kita selesaikan,” ujar Trenggono.
Ia mengatakan, peningkatan produktivitas budidaya menjadi salah satu fokusnya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga tahun 2029. Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang potensial untuk ditingkatkan produktivitasnya.
Hal itu dibuktikan dengan produksi perikanan budidaya Sumatera Selatan yang cukup tinggi pada tahun 2023. Sumatera Selatan juga memiliki potensi lahan budidaya laut, darat, dan payau mencapai 433 ribu hektare. Komoditas budidaya yang dapat ditingkatkan produktivitasnya yaitu ikan patin, lele, nila, udang, gurami, dan bandeng.
“Produksi perikanan Sumatera Selatan sebanyak 485 ribu ton, perikanan tangkap sekitar di 162 ribu ton sementara 320 ribu ton di budidaya. Dibanding perikanan tangkap, di Sumatera Selatan produksinya lebih besar budidaya,” ungkapnya.
Menteri Trenggono berharap dengan pengembangan budidaya perikanan di Sumatera Selatan yang merupakan salah satu daerah lumbung pangan, akan mendukung pencapaian target swasembada pangan pada tahun 2027. (Arry/Oryza)











