- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
Kerja Sama Navigasi Pelayaran Diperlukan untuk Perlindungan Lingkungan Maritim

Keterangan Gambar : Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, Budhy Kurniawan dan Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, tandatangani kerja sama. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com ( IMN) BOGOR : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga dan menjamin perlindungan lingkungan maritim.
Untuk mewujudkan hal tersebut khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaksanakan penandatatanganan Kerja Sama Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan. Kerjasama tersebut antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) dengan Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa yang ditandatangani Senin (13/3/2023) di Bogor, Jawa Barat.
Perjanjian kerja sama itu dalam rangka pemanfaatan bangunan navigasi pelayaran berupa Rambu Suar di TWA Gunung Tunak, TWA Bangko-Bangko dan Taman Nasional Moyo Satonda, Provinsi NTB. Kerja sama ini ditandatangani oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, Budhy Kurniawan dan Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, Azhar Karim dan disaksikan oleh Direktur Kenavigasian, Capt. Budi Mantoro.
Baca Lainnya :
- Kabulkan Pengunduran Diri Zainuddin Amali, Jokowi Angkat Plt Menpora Muhadjir Effendi0
- Pacu Semangat Kompetisi, Panglima Kolinlamil: Kata Kuncinya Saya Harus Sukses0
- Dirut Pelindo Arif Suhartono: Monggo,Bila Pemerintah Memindahkan Depo Pertamina Plumpang ke Pelindo0
- Lagi, Puspomal Tangkap TNI Gadungan Mengaku Berpangkat Letkol0
- Kasal : TNI AL Siap Bersinergi Wujudkan Keamanan Laut 0
“Kami menyambut baik pelaksanaan kerja sama ini yang bertujuan untuk menjamin terwujudnya keutuhan, kelestarian, perlindungan sistem penyangga kehidupan di wilayah BKSDA NTB serta meminimalkan dampak langsung maupun tidak langsung akibat dari kegiatan pemanfaatan bangunan navigasi pelayaran berupa Rambu Suar melalui peran serta kedua belah pihak,” ujar Capt. Budi.
Lebih lanjut Capt Budi menjelaskan, ruang lingkup kerja sama ini meliputi penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana pendukung navigasi pelayaran berupa bangunan rambu suar sebanyak 4 unit. Keempat rambu itu yakni: Rambu Suar Tanjung Awang, Rambu Suar Tanjung Pandanan, Rambu Suar Batu Gendang, dan Rambu Suar Pulau Satonda.
Ia berharap kerja sama yang berlaku selama 10 tahun ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh kedua belah pihak sesuai aturan yang berlaku. "Selain itu, kami meyakini, kerja sama ini dapat juga diaplikasikan oleh Distrik Navigasi lain untuk Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) pada lokasi yang memiliki karakteristik yang sama dengan ini ,” imbuhnya.
Selain Perjanjian Kerja Sama, juga ditandatangani 3 dokumen pelaksanaan program kerja sama yang meliputi Rencana Pelaksanaan Program Tahun 2023-2033, Rencana Kerja Lima Tahun 2023-2028 dan Rencana Kerja Tahunan 2023-2024. (Arry/Oryza)











