- Awal Tahun 2026 Bongkar Muat IPC TPK Catat Kinerja Positif
- Alhamdulillah... PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu
- Direksi Pelindo Dirombak, Achmad Muchtasyar Direktur Utama, Drajat Sulistyo Wakil Dirut
- Libur Imlek Dongkrak Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali
- Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di 63 Terminal Penumpang
- Ditjen Hubla Revalidasi Auditor ISPS Code 2026, Perkuat Pengawasan Keamanan Kapal dan Pelabuhan
- Hidupkan Budaya Keselamatan Maritim di Labuan Bajo, Kemenhub Gelar Kampanye
- Kapal Patroli KN Jembio-P215 Padamkan Kebakaran KM Inti Marina VII di Perairan Pulau Ular
- KM Inti Mariana VII Terbakar di Selat Sunda, TNI AL Evakuasi 28 Penumpang, 1 Tewas, 2 Hilang
- Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Lewat Smart Buoy, Tekan Risiko Kecelakaan Kapal
Dirut Pelindo Arif Suhartono: Monggo,Bila Pemerintah Memindahkan Depo Pertamina Plumpang ke Pelindo
Disiapkan Product Terminal 1 dan 2 di Tengah Laut selesai 2024.

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono.Foto: Property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pemindahan Depo Pertamina Plumpang ke lahan Pelindo pasca terjadi ledakan dasyat yang mengakibatkan 19 orang meninggal dunia dan 49 warga mengalami Luka-luka mengundang pro dan kontra.
Pemindahan lokasi atau relokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero) ke kawasan Pelabuhan itu mengutik para pengamat dan ahli pelabuhan untuk buka suara tentang mengapa pemindahan sarana vital milik pertamina itu ke lahan Pelindo, mereka meminta harus di kaji mendalam dan dilihat dari berbagai aspek.
Baca juga: Ahli Kepelabuhanan Pemindahan Depo Pertamina ke Area Pelindo Harus Dikaji Mendalam
Baca Lainnya :
- Lagi, Puspomal Tangkap TNI Gadungan Mengaku Berpangkat Letkol0
- Kasal : TNI AL Siap Bersinergi Wujudkan Keamanan Laut 0
- Koesni Harningsih, Istri Moeldoko Meninggal Dunia Dimakamkan di TMP Bahagia Tangsel0
- TNI AL Latih Selam Scuba Kepada Pramuka Saka Bahari0
- Pemudik Lebaran 2023 Diprediksi Melonjak, Menhub Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak.0
Aktivis kepelabuhanan pun mencari jawaban apa alasan pemindahan Depo Pertamina Plumpang ke lahan Pelindo?
Akhirnya, Direktur Utama (Dirut) Pelindo Arif Suhartono pun angkat bicara menjawab pertanyaan indonesiamaritimenews.com.
"Kami tidak ada kaitan dengan Plumpang. Kami berjalan sesuai masterplan kami sendiri mengembangkan pelabuhan dengan membangun product terminal 1 dan 2," jelas Arif Suhartono menjawab pertanyaan Indonesiamaritimenews.com tentang, alasan pemindahan Depo Pertamina Plumpang ke Lahan Pelindo, dikutip, Senin (13/3/2023).
Lokasi Product Terminal 1, menurut Arif, memang diperuntukkan untuk storage LNG. Lokasi ini yang paling aman. Berada di tengah laut.
Keberadaan lokasinya, lanjut Arif, selain berada di tengah laut juga jauh dari orang."Jadi kalau pemerintah memutuskan mau pindah ke sana boleh- boleh saja ngak juga ngak ada masalah karena kita membangun di sana sebelum kejadian plumpang dan tidak ada kaitan dengan plumpang," tandas Arif.
"Jadi, kami membangun product terminal 1 dan 2 sudah seperti itu sudah ada di masterplan," jelas lelaki asal Purwokerto ini.
"Kalaulah pemerintah memutuskan pindah ke Product Terminal 1 dan 2 yang kami bangun sesuai masterplan pelindo yang direncanakan selesai tahun 2024, ya, Monggo...,"ungkap Arif dengan senang hati sekaligus menutup pembicaraan dengan indonesiamaritimenews.com.
Data yang dihimpun indonesiamaritimenews.com lokasi pemindahan itu Pasca kebakaran TBBM Plumpang, terkait dengan wacana pemindahan TBBM ke kawasan pelabuhan, saat ini, Pelindo tengah melakukan pembangunan lanjutan pada area di terminal NewPriok.
Area ini yang diperuntukkan sebagai Product Terminal. Area inilah yang dapat dipertimbangkan sebagai lokasi baru TBBM. Lahan sebagaimana dimaksud akan siap pada tahun 2024.
“Lokasi Product Terminal yang kami siapkan nantinya terletak tepat di waterfront, sehingga akan memudahkan bongkar muat minyak dan gas dari kapal ke terminal dan sebaliknya,” jelas Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Mulyono.
Sebagai tambahan,lanjut Ali, Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) serta NewPriok Eastern Access (NPEA) akan menambah kemudahan akses langsung dari NewPriok menuju kawasan industri di Cibitung dan Cikarang. ( Oryza/MAR)











