- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Kembangkan Pasar Global, Pelindo Solusi Logistik Gandeng Perusahaan Logistik 4 Negara

Keterangan Gambar : Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha (ketiga dari kiri) menandatangani MoU dengan pejabat perusahaan logistik dari 4 negara masing-masing Suwit Ratanachinda (Thailand), Chua Seng Wah (Malaysia), Vietnam Nguyen Duy Minh (Vietnam), dan Tej C (India). Foto: SPSL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pelayanan Jasa Logistik dengan empat perusahaan logistik anggota The International Federation of Freight Forwarders Association (FIATA) dari Thailand, Vietnam, India, dan Malaysia.
Direktur Utama SPSL, Joko Noerhudha, mengungkapkan, penandatanganan MoU ini adalah tonggak penting bagi kiprah SPSL Group ke pasar yang lebih luas. MoU tersebut ditandatangani pada Jumat (12/7/2024).
Baca Lainnya :
- Ini Langkah SPSL Lancarkan Logistik, Sambungkan Penuh JTCC ke Lima Ruas Jalan Tol JORR 20
- 6 Kapal Pelni Docking Biaya Sekitar Rp 24 M, Pelni Tepis Dana Tersedot Perawatan.0
- Pelindo Solusi Logistik Sukses Pertahankan Sertifikasi ISO Series0
- Soal Percepatan Pengeluaran Petikemas Impor, Begini Langkah Pelindo0
- Dukung Teknologi Logistik, SPSL Tampil di Seminar Technology in Supply Chain0
“Penandatanganan MoU ini menandai babak baru dalam upaya kami untuk mempersiapkan jangkauan layanan SPSL Group ke kancah yang lebih luas," kata Joko Noerhudha dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2024).
"Dengan dimulainya kerja sama ini, tentunya akan memperluas jaringan SPSL Group dalam penyediaan layanan kegiatan ekspor impor dan freight forwarding di kawasan Asia, khususnya Thailand, Vietnam, India, dan Malaysia, serta diharapkan dapat memanfaatkan potensi sektor logistik di Kawasan Asia Pasifik dengan lebih optimal,” sambung Noerhudha.
Empat perusahaan logistik yang tergabung dalam kerja sama ini adalah Profreight Logistics, Co.Ltd (Thailand), MCC Container Line Pvt, Ltd, (India), International Logistics Corporation (Vietnam), dan Eastrex Logistics Sdn,Bhd (Malaysia).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Dirut SPSL Joko Noerhudha (Indonesia), Suwit Ratanachinda (Thailand), Chua Seng Wah (Malaysia), Vietnam Nguyen Duy Minh (Vietnam), dan Tej C (India), di sela-sela FIATA-RAP Meeting dan Rapimnas ALFI 2024, yang digelar di Nusa Dua Bali, pada 11-12 Juli 2024.
Joko Noerhudha menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan logistik partnership dengan latar belakang potensi masing-masing perusahaan. Ia menekankan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu cara untuk membuka lebih lebar akses barang keluar masuk Indonesia melalui SPSL Group.
Kerjasama ini selaras dengan sambutan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin yang disampaikan secara virtual pada pembukaan FIATA Regional Asia Pacific (RAP) Meeting 2024.
"Potensi industri logistik di Kawasan Asia Pasifik sangat besar. Didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan tingginya investasi, serta peningkatan volume perdagangan menjadikan kawasan ini berperan strategis dalam perdagangan global," tutur Wapres dalam sambutannya.
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, salah satu pendukung potensi ini adalah keberadaan kawasan Asia Pasifik yang menjadi rumah bagi 9 pelabuhan peti kemas terbesar di dunia, yang diproyeksikan akan terus tumbuh.
Joko Noerhudha menambahkan, pihak-pihak yang menandatangani MoU direncanakan akan melakukan kunjungan pada fasilitas SPSL di Indonesia. “SPSL merupakan bagian dari Pelindo Group, dan kami ingin mereka happy saat memanfaatkan fasilitas 144 terminal pelabuhan di Indonesia yang dikelola dan dioperasikan Pelindo,” tandasnya. (Fat/Oryza)











