- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
- 8 UPI Izin Register, KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China
- ASDP Terapkan Transformasi Penyeberangan Modern Berorientasi Selamat, Aman dan Nyaman, Ujicoba 1Juni 2026
- Hasil Negoisasi, Udang Tangkap Indonesia Kembali Masuk Arab Saudi Efektif Mei 2026
- Negara Lindungi Awak Kapal Ikan, Nelayan Kecil Bagaimana ?
- Ketika TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling
Isu Pencopotan Dirut Pertamina Pasca Ledakan Depo Plumpang, Erick Bilang Bukan Solusi

Keterangan Gambar : Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.xom (IMN) JAKARTA: Desakan pencopotan jajaran Direkdi PT Pertamina pasca kebakaran Depo Plumpang yang menewaskan 17 keluarga, terus merebak. Menteri BUMN Erick Thohir pun angkat bicara.
Seperti diketahui, kebakaran hebat diserdai ledakan melanda Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3) malam mengakibatkan 17 warga tewas, puluhan orangbluka bakar dan puluhan bangunan serta mobil rusak.
Erick Thohir mengatakan bosa saja dia mencopot Direksi Pertamina. "Kalau saya selalu bilang, kan saya sudah pernah copot Direksi Pertamina. Kalau saya mau copot lagi, ya copot lagi," kata Erick pada Sabtu (4/3/2023).
Baca Lainnya :
- Bangga, Sukses di Latma Multinasional, Kasal Sambut Kedatangan KRI REM-3310
- Kolinlamil Siapkan Lokasi Pengungsi Kebakaran Pertamina Plumpang di KRI 593 Banda Aceh 0
- Panglima Kolinlamil: Koordinatif Lintas Sektoral, Dikedepankan Melindungi Maritim Indonesia 0
- Pelajar Antusias Lihat Kapal Perang, Upaya Kolinlamil Menanamkan Jiwa Kemaritiman Generasi Muda0
- Kasus Mario Dandy Aniaya David Ditarik ke Polda Metro, Status Hukum Pacar Dinaikkan0
Hanya saja menurut Erick, pencopotan jabatan Direksi Pertamina bukan jaminan kejadian serupa terulang lagi. Karena yang paling penting adalah perbaikan sistem operasional secara menyeluruh.
"Percuma kita copot orang, tapi tidak memberikan solusi secara menyeluruh. Tinggal bagaimana konteksnya ini ada sistem terpadu yang menyelesaikan isu," jelasnya.
Erick menilai, perbaikan sistem operasional secara menyeluruh justru lebih penting daripada tindakan pencopotan kursi direksi. Dia meminta perusahaan plat merah itu membuat sistem bisnis risiko guna memastikan kegiatan operasional bisnis berjalan lancar.
"Seperti MIND ID, Pertamina, PLN harus membentuk yang namanya tim resiko bisnis. Tidak hanya keuangan tapi di operasional secara menyeluruh," ucapnya.
Dengan demikian perusahaan negara itu tidak hanya fokus untuk sekadar memperkuat risiko keuangan. (Fat/Arry/Oryza)











