- IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh Jadi Destinasi Unggulan Sumatera Selatan
- IPC TPK Peringati Bulan K3 Nasional, Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan
- 9 Kapal Perang RI Manuver Kekuatan di Perairan Rawan Penyelundupan Timah
- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
IPC TPK Layani Kapal Perdana MSC Sijing, Dorong Pertumbuhan Ekspor Impor

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas/IPC TPK kembali dipercaya Mediterranean Shipping Company untuk melayani kapal perdana (Maiden Voyage) Koala Service dengan kapal MSC Sijing Voy. FP444A .Foto: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: IPC Terminal Petikemas/IPC TPK kembali dipercaya Mediterranean Shipping Company untuk melayani kapal perdana (Maiden Voyage) Koala Service dengan kapal MSC Sijing Voy. FP444A yang diageni MSC Indonesia.
Kapal menempuh rute Jakarta – Fremantle – Jakarta – Shanghai - Hong Kong - Jakarta. Rencananya rute ini akan sandar dua kali dalam sepekan. IPC TPK sebagai anak usaha Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pelayaran dan memberikan kepastian layanan bongkar muat.
Baca Lainnya :
- Jelang Libur Nataru 2024-2025, Ini Kesiapan ASDP Layani Lintasan Merak-Bakauheni0
- Keselamatan Kerja TKBM Prioritas, Pelindo Terminal Petikemas Sosialisasi Safety Awareness Serentak0
- Ini Pencapaian Triwulan 2024 Pelindo Solusi Logistik, Mencatat Kinerja Positif Pelayanan Meningkat0
- Perdana, IPC TPK Area Panjang Layani Bongkar Muat Kapal MV MAERK NASSJO Tujuan Cina0
- IPC TPK Raih Best IT Perfomance 2024, Dinilai Cepat Merespon Isu IT0
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengatakan Hadirnya layanan Koala akan memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha.
“IPC TPK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pelayaran dan mendukung bisnis pelanggan dengan kepastian layanan bongkar muat dan berthing on arrival. Hadirnya layanan Koala akan memberikan nilai tambah kepada pelaku usaha dan bekontribusi pada pertumbuhan volume ekspor-impor Australia dan Cina.“ ujar Pramestie Wulandary.
Cina merupakan negara tujuan ekspor dan impor terbesar Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Oktober 2024 ekspor non migas ke Cina sebesar US$5,66 miliar serta impor non migas ke Cina terbesar US$6,43 miliar. Sebaliknya angka ekspor dan impor ke Australia terus mengalami penurunan sepanjang tahun 2024. Service Koala diharapkan jadi pemantik bagi pertumbuhan arus barang ekspor impor Australia.
Peresmian layanan baru pelayaran MSC dilakukan di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, dihadiri oleh Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPC TPK Yanuar Evyanto, Deputy General Manager MSC Indonesia Hayati Koeanda serta jajaran manajemen IPC TPK dan MSC Indonesia.
MSC Sijing kapal bendera Liberia dengan panjang 172 meter, lebar 28 meter dan draft 8.5 ini sandar di dermaga 301 Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (18/11/2024) pukul 06:00 WIB.
Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola IPC TPK menjadi lokasi transhipment hub untuk cargo dari rute Intra Asia yang diangkut oleh service MSC lainnya yang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk kemudian cargo tersebut dimuat ke Koala service dengan tujuan Fremantle, Australia.
Sandarnya MV MSC Sijing merupakan layanan keenam rute baru IPC TPK di tahun 2024. Layanan Koala menjadi inovasi MSC dalam mendukung pelaku bisnis yang akan mengirimkan barang menuju dua benua Australia dan Asia Timur (Cina).
“Apresiasi atas kesigapan tim dan kesiapan peralatan bongkar muat yang disediakan IPC TPK yang mendukung MSC dalam menghadirkan Layanan Koala. Harapannya kolaborasi yang telah terjalin dapat mendukung penguatan daya saing logistik Indonesia dan mendorong bertumbuhnya bisnis.” tandas Hayati Koeanda, Deputy GM MSC Indonesia. (Bow/Oryza)











