- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 2026
- Tentara Cilik Serbu Kapal Perang di Markas Kodaeral XII
- Optimalisasi TBS, Terminal Teluk Lamong dan Aptrindo Perkuat Kolaborasi Lancarkan Arus Logistik
IPC TPK Genjot Ekspor-Impor ke India

Keterangan Gambar : Kapal MV Asterios sedang bongkar muat. Foto: Humas: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Di penghujung tahun 2023 IPC Terminal Petikemas/IPC TPK dipercaya oleh perusahaan pelayaran VASI Shipping bekerjasama dengan agen PT MAP Translogistic, untuk melayani rute baru Indonesia Malaysia Service (IMS) yang merupakan direct8 service menuju Sub Continent India.
Dibukanya direct service dengan rute melalui Surabaya - Jakarta - Port Klang - Nhava Sheva - Jebel Ali - Dammam adalah salah satu upaya IPC TPK dalam memacu peningkatan ekspor-impor dari Indonesia menuju India.
Baca Lainnya :
- Menempuh Perjalanan Awali dengan Doa0
- Resmikan 3 Terminal Modern di 3 Kota Sekaligus, Ini Pesan Presiden Jokowi0
- Sepanjang 2023, Moda Penerbangan Paling Besar Sumbang Angka Kecelakaan0
- Stranas PK Apresiasi Komitmen dan Kontribusi Pelindo Cegah Korupsi0
- Harnus 2023, 2 Pelabuhan Regional 2 Raih Penghargaan Green and Smart Port dari Kemenkomarves0
Dirut IPC TPK, Guna Mulyana mengatakan sandarnya Kapal MV Asterios adalah upaya mendukung pertumbuhan nilai ekspor-impor Indonesia khususnya dengan negara India.
"Dengan hadirnya new direct service ini menambah market yang menuju India melalui Nhava Sheva seperti charcoal maupun sektor non migas lainnya," kata Guna Mulyana, dalam.keterangan tertulis Jumat (15/12/2023).
Sebagaimana diketahui, India merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia dan sebagai negara tujuan ekspor terbesar ke-4.
Melansir laporan bulanan yang dirilis Kementerian Perdagangan RI di bulan Oktober 2023, nilai ekspor non migas Indonesia-India naik 24,9% dibanding bulan September 2023. Kenaikannya dari USD 1,5 miliar menjadi USD 1,8 Miliar. Hal ini menjadi trend positif bagi Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekspor ke negara India.
Kapal MV Asterios yang sandar di Terminal 3 IPC TPK memiliki LOA 172 meter, BEAM 27,4 meter, dan kapasitas 1.800 TEUs. Adapun petikemas yang dimuat dari Terminal 3 sebanyak 674 Box / 1.003 Teus. Kapal sandar pada 13 Desember 2023 dan rencananya akan bertolak ke Port Klang pada 14 Desember 2023. Rencananya kapal MV Asterios ini akan rutin sandar 2 minggu sekali.
"Dengan dibukanya layanan direct sevice ini, menjadi semangat bagi IPC TPK untuk memberikan nilai tambah dan lebih efisien dalam melayani pengguna jasa. Layanan baru ini tidak hanya mendukung pemerintah dalam meningkatkan konektivitas namun juga meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan India, mendorong perdagangan dan investasi dari kedua negara." tutup Guna. (Riz/Oryza)











