Sepanjang 2023, Moda Penerbangan Paling Besar Sumbang Angka Kecelakaan

By Indonesia Maritime News 14 Des 2023, 20:13:57 WIB Perhubungan
Sepanjang 2023, Moda Penerbangan Paling Besar Sumbang Angka Kecelakaan

Keterangan Gambar : Moda transportasi penerbangan. Foto: property of indonesiamaritimenews.com



Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat, berdasarkan hasil investigasi sepanjang 2023 moda penerbangan menyumbang angka terbesar kecelakaan transportasi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam acara media rilis "Capaian Kinerja KNKT Tahun 2023" di Gedung KNKT, Jakarta, Kamis (14/12/2023).

Baca Lainnya :

Ia mengatakan, dalam rangka mewujudkan keselamatan dan meningkatkan layanan transportasi, KNKT secara konsisten melakukan investigasi dan memberikan rekomendasi terhadap kecelakaan yang terjadi.
 
Hasil investigasi KNKT sepanjang tahun 2023, tercatat moda penerbangan menyumbang angka terbesar yakni sebanyak 7 kasus kecelakaan dan 13 kejadian serius dengan jumlah investigasi kategori runway excursion yang mendominasi.

"Dari moda penerbangan memang untuk kecelakaan jumlahnya juga sudah secara statistik menurun. Namun, kalau dibanding tahun sebelumnya memang ada kenaikan sedikit tetapi di sini terjadi kecelakaan umumnya di daerah pegunungan, khususnya di daerah Papua," kata Soerjanto.

Selanjutnya, moda lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) sebanyak 10 kecelakaan, moda pelayaran 6 kecelakaan, dan moda perkeretaapian 4 kecelakaan.
 
Moda Penerbangan telah menyelesaikan 13 laporan awal, 5 laporan akhir dan memberikan 11 rekomendasi yang ditujukan kepada Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia (2), Operator Pesawat Udara (4), Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (2) dan Operator Bandar Udara (3).

Accident pesawat udara Cessna C208B yang menabrak gunung di Papua, dan Boeing 737 yang mengalami kejadian tail strike sebanyak 4 kali, menjadi kejadian paling menonjol sepanjang tahun 2023. Terkait kejadian-kejadian ini, KNKT telah berkoordinasi dengan operator pesawat udara untuk melakukan tindakan perbaikan.


KNKT memaparkan hasil investigasi kecelakaan transportasi sepanjang 2023. Foto: KNKT

ANGKUTAN DARAT
 
Pada Moda LLAJ, terjadi penurunan angka kecelakaan yang semula 18 kasus di tahun 2021 dan 15 kasus di tahun 2022. Tahun 2023 ada 3 kasus yang paling menonjol di antaranya yaitu kecelakaan tunggal jatuh ke jurang mobil bus pariwisata B-7260-CGA, di Kawasan Wisata Guci.

Kemudian kecelakaan di Exit Tol Bawen, Jawa Tengah, dan kecelakaan beruntun truk tronton dengan kendaraan lainnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jawa Barat. Adapun total laporan akhir yang telah diselesaikan oleh moda LLAJ sebanyak 7.
 
MODA PELAYARAN

Sementara itu berdasarkan data investigasi dari tahun 2013-2023 pada moda pelayaran, kecelakaan didominasi berupa kebakaran kapal bersumber dari eksternal kapal yaitu muatan truk  (53%) dan kendaraan  (47%).

Sepanjang tahun  2023, moda pelayaran telah menyelesaikan 11 laporan akhir dengan 44 rekomendasi yang 82% di antaranya masih berstatus open.

Kecelakaan paling menonjol di tahun ini yaitu, ledakan dan kebakaran kapal tangki minyak Kristin, kebakaran kapal Ro-Ro penumpang, dan kebakaran 62 kapal ikan di kolam pelabuhan Tegalsari.

KERETA API
 
Di urutan terakhir, Moda Perkeretaapian telah menyelesaikan 3 laporan awal, 1 laporan akhir, dan 1 draft laporan akhir (menunggu safety action stakeholders).

"Kasus kecelakaan KA 17 (Argo Semeru) di KM 520+4 petak jalan Stasiun Sentolo-Wates, Daop 6 Yogyakarta menjadi kejadian yang paling menonjol di tahun ini," ungkap Soerjanto.

Selama tahun 2023, rekomendasi keselamatan yang telah ditindaklanjuti oleh pihak penerima rekomendasi sebanyak 87% dengan status close, sehingga rekomendasi keselamatan yang belum ditindaklanjuti sebesar 13% dengan status open. 

Kasus kecelakaan KA 17 (Argo Semeru) di KM 520+4 petak jalan Stasiun Sentolo – Wates, Daop 6 Yogyakarta menjadi kejadian yang paling menonjol di tahun ini.

Diungkapkan Soerjanto, selain investigasi, KNKT juga aktif dalam berbagai kegiatan seperti pelatihan pengembangan kemampuan, tinjauan lapangan, inspeksi keselamatan, rapat koordinasi, partisipasi dalam kegiatan internasional, monitoring tindak lanjut rekomendasi, Focus Group Discussion (FGD), Accident Review Forum (ARF), dan penandatanganan nota kesepahaman terkait.(Arry/Oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook