Exercise Keamanan Fasilitas Pelabuhan, Penyusup di TTL dan TPS, Perusak CCTV Dibekuk

By Indonesia Maritime News 24 Okt 2023, 16:54:48 WIB Pelabuhan
Exercise Keamanan Fasilitas Pelabuhan,  Penyusup di TTL dan TPS,  Perusak CCTV   Dibekuk

Keterangan Gambar : Simulasi penyusup mengendap-mengendap di balik kontainer dan menyekap pekerja.Foto: Humas PTS dan TTL



Indonesiamaritimenews.com (IMN) SURABAYA:Penyusup   yang akan melakukan kejahatan dan merusak fasilitas pelabuhan di Terminal Teluk Lamong (TTL) dan di Terminal  Petikemas Surabaya (TPS), dibekuk petugas.

Tindakan petugas berawal dari pantauan  Command   Center PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperlihatkan enam perahu mendekat ke kapal yang sedang sandar. Tiga  perahu diantaranya kemudian melaju ke barat mendekati dermaga PT Terminal Teluk Lamong (TTL).

Baca Lainnya :

Kemudian terlihat delapan  orang mengendap-endap, berjalan cepat, setengah berlari menyusup masuk ke dermaga TPS dengan membawa senjata tajam.

Suasana makin mencekam ketika para penyusup itu melakukan perusakan sejumlah aset CCTV.
Port Facility Security Officer (PFSO) TPS lalu melakukan kordinasi dengan instansi terkait. Kondisi  suasana keamanan berubah dari security level meningkat menjadi level 3 .Kegiatan operasional terpaksa dihentikan.


Sisi lain, pada waktu bersamaan,segerombolan orang tak dikenal, sekitar 12 orang menyusup ke atas kapal yang sandar di TTL dan melakukan penyerangan. Perkelahian dan keributan memanas. Pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam hingga berhasil menyekap awak kapal dan menguasai semua alat komunikasi termasuk handphone.

Beruntung Nahkoda Kapal sempat mengaktifkan tombol Ship Security Alert System (SSAS) kapal. Dalam waktu singkat, setelah dilakukan koordinasi komprehensif antara internal TPS, TTL dengan pemangku kepentingan terkait. Meliputi Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Tanjung Perak, serta Polsek Benowo. Ancaman tersebut berhasil ditangani dengan membekuk penyusup di TPS dan TTL sehingga kegiatan operasional dapat kembali normal.

Aksi penyusupan dan penyerangan di atas, ternyata merupakan skenario dari International Ship and Port Security (ISPS) Code exercise yang diselenggarakan TPS dan TTL. Exercise kali ini pelaksanaannya dilakukan bersama secara table top antara TPS dan TTL. Keduanya entitas. Sama-sama merupakan anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

Kegiatan exercise ini melibatkan tim internal TPS dan TTL yang meliputi Port Facility Security Office (PFSO) TPS, PFSO TTL, Command Center TPS , Operator CCTV TTL bersama dengan pemangku kepentingan TPS dan TTL, yakni Kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim. Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Polsek Benowo

Kabid Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, M. Syaiful yang juga merupakan Port State Officer (PSO) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengapresiasi kegiatan joint exercise TPS dan TTL.

Dia  berharap agar terminal selalu konsisten dalam melaksanakan kewajiban implementasi ISPS Code, salah satunya drill, training dan exercise. “Mari bersama kita tumbuhkan kesadaran bahwa keamanan adalah investasi, sehingga pelaksanaan kewajiban tersebut lebih berupa suatu kebutuhan daripada paksanaan”, pesan Syaiful.

Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait menjelaskan bahwa TTL dan TPS sebagai pelabuhan yang comply terhadap persyaratan ISPS Code, wajib melaksanakan exercise ini minimal satu kali dalam setahun "Exercise ini rutin kita laksanakan untuk melatih sekaligus mengevaluasi kesigapan personil TTL dan TPS dalam menghadapi dan mengatasi ancaman keamanan dalam bentuk apapun" ujar David.

ISPS code merupakan aturan komprehensif yang mengatur prosedur keamanan terhadap kapal dan fasilitas Pelabuhan serta menjadi bagian dari konvensi internasional untuk keselamatan jiwa di laut (Safety of Life at Sea – SOLAS). Aturan ini juga secara khusus mengatur tentang kegiatan dan langkah-langkah yang harus diambil oleh setiap negara dalam menanggulangi ancaman terorisme di laut.

Tujuan dari ISPS Code adalah untuk mengurangi resiko terhadap penumpang, awak kapal dan personil di atas kapal pada wilayah pelabuhan dan juga terhadap kapal dan muatannya. Selain itu, untuk meningkatkan keamanan kapal di pelabuhan, serta mencegah pelayaran menjadi sasaran dari terorisme internasional.

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo menyampaikan bahwa TPS adalah terminal peti kemas pertama di Indonesia yang telah mengimplementasikan ISPS code secara konsisten terhadap kapal dan fasilitas Pelabuhannya, sejak Desember 2004, dimana pada saat itu pula ISPS Code ini diberlakukan di Indonesia oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku Designated Authority.

“Melalui kegiatan joint exercise ISPS code ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara TPS dan TTL dengan pemangku kepentingan, terkait manajemen pengamanan kapal dan fasilitas pelabuhan sesuai standar ISPS Code”, imbuh Wahyu.

Pelaksanaan  ISPS Code exercise ini, diharapkan Petugas Pengamanan di TPS dan TTL memiliki kemampuan mengelola risiko, khususnya dalam menghadapi segala kemungkinan ancaman, baik terhadap kapal maupun fasilitas pelabuhan di TPS dan TTL.

Petugas keamanan diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menentukan tingkat keamanan wilayah serta mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan ISPS Code.


Kegiatan ISPS Code exercise yang sukses ini,  menjadikan TPS dan TTL dinyatakan telah comply ISPS Code.

Keberhasilan ini  tidak lepas dari peran serta pihak-pihak terkait. Demi meningkatkan keamanan di terminal. Manajemen memfasilitasi tim keamanan dengan drill – drill lainnya seperti drill tanggap darurat, drill bahaya kebakaran,  drill apabila terjadi bencana alam, dsb.

Diharapkan  dengan latihan ini  PFSO dan seluruh personil pengamanan selalu siap sedia terhadap segala kemungkinan gangguan keamanan yang terjadi.

TPS
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), adalah perusahaan penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya petikemas ekspor/impor di Indonesia.

TPS adalah salah satu anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) merupakan Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Grup.

Terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code) yang sama, mulai diterapkan sejak bulan Juli 2004.

TTL
PT Terminal Teluk Lamong (TTL), adalah perusahaan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas  merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Dibangun sebagai pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Terminal  ini dilengkapi dengan peralatan semi-otomatis berbasis ramah lingkungan.Solusi untuk memecah kepadatan dan mempercepat proses penyebaran arus barang khususnya dari dan ke Kawasan Timur Indonesia.

TTL Melayani jasa bongkar muat petikemas dan curah kering yang ramah lingkungan.dengan peralatan modern, memiliki kemampuan menggerak dan mendorong perekonomian Indonesia.( TPS/ TTL/Arifin)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook