- PELNI Sabet CSR Award 2026: Sukses Berdayakan Warga Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat di Cianjur
- Perkuat Kerja Sama Maritim, Petinggi Angkatan Laut Singapura Temui Wakasal
- Jelang Iduladha 2026, Pelindo Petikemas dan Pemkot Surabaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- PT Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Pengayaan Diversivikasi Tumbuhan
- KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul, Masuk ke SPPG hingga Ritel Modern
- KKP Berhasil Tembus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika
- Pakaian Bekas Rp 2,8 M Gagal Diselundupkan, Keburu Diciduk TNI AL , Kapal dan Muatan Disita
- Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Serukan Perbaikan Sistem Ekonomi dan Penegakan Kedaulatan Nasional
- 3 Kapal Perang Pakistan Diawasi KRI Wiratno-379 di Teluk Jakarta
- IPC TPK Panjang Lampung Dorong Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas
Dicolek Gibran, Kapolri Perintahkan Kapolda Usut Pelemparan Bus Persita

Keterangan Gambar : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.Foto:Ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta pelemparan batu ke bus ofisial Persis Solo oleh pendukung Persita Tangerang, diusut tuntas. Sigit Saat ini sudah ada tujuh tersangka yang diamankan atas peristiwa itu.
“Dengan peristiwa yang kemarin antara Persis Solo dan Persita kita sudah perintahkan ke Kapolda Metro untuk usut tuntas,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/2/2023).
“Saya minta untuk terus dituntaskan karena kita tidak ingin ke depan masih ada lagi terjadi aksi-aksi seperti itu, kita ingin bagaimana kita sama-sama menjaga agar iklim sepak bola kita betul-betul bisa kita jaga dengan baik,” sambung Kapolri.
Baca Lainnya :
- 32 Kapolsek Polda Metro Jaya dan 5 Kasat Reskrim Dimutasi, Ini Daftarnya0
- Subhanallah... Nelayan Tua Seminggu Terombang-ambing di Laut, Srlamat di Dalam Kotak Ikan0
- Inbreng Saham Anak Usaha Pelindo Dituntaskan, Ini Pesan Dirut Arif Suhartono0
- Pelindo Solusi Logistik Efisiensi dan Optimalkan Layanan Integrasi Multimoda 0
- Panglima Kolinlamil: Prajurit Harus Militan dan Berjiwa Ksatria0
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dan menetapkan tujuh tersangka diduga suporter Persita yakni MR (23), HK (19), IA (19), FS (21), MFM (22), DH (24), dan GR (18).
DICOLEK GIBRAN
Insiden pelemparan batu itu terjadi usai pertandingan lanjutan Liga 1 2022 antara Persis Solo dan Persita Tangerang yang digelar pada Sabtu (28/1/2023).
Skor kedua tim imbang tanpa gol, pertandingan berlangsung aman. Tapi ketika tim yang bertandang telah meninggalkan area Stadion Indomilk Arena, tepatnya di Jalan Raya Legok, Kec. Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, insiden terjadi.
Saat bus ofisial Persis Solo akan menuju Pintu Tol Panunggangan, bus dan pemain Persis solo dilempari batu. Akibatnya, kaca bus bagian depan dan samping pecah. Seorang ofisial terluka.
Insiden ini membuat Walikota Solo, Gibran Rakabuming bereaksi. Pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep yang juga adik kandung Gibran juga bereaksi. Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, lewat Twitter Gibran mencolek Kapolri minta kasus itu diusut.
"Mohon ijin Pak Kapolri @ListyoSigitP. Mohon maaf jika saya lancang dan tidak sopan. Kejadian pelemparan terhadap bus pemain @persisofficial akan terus terjadi. Ini merupakan rangkaian dari tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan di Kanjuruhan,” tulis Gibran.
Tweet Girban ini kontan membuat geger. Kakak kandung Kaesang pangarep ini berharap Polri segera mengusut kasus ini. Menurut Gibran, bila kejadian tersebut tidak diusut, kejadian serupa bukan tidak mungkin bakal terulang kembali.
Polri rupanya bergerak cepat dengan menangkap 7 tersangka. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP a2tau tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun enam bulan. (Arry/Oryza)











