- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Data Terbaru Korban Banjir dan Longsor di Sumut, 166 Warga Tewas, 143 Hilang

Keterangan Gambar : Banjir besar dan longsor menerjang wilayah Sumatera Utara. Foto: Pemprov Sumut
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MEDAN: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengungkapkan update terbaru korban banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Data sementara sampai Sabtu (29/11/2025) sore tercatat korban tewas 166 orang dan 143 hilang.
Sementara itu jumlah pengungsi mencapai ribuan orang yang tersebar di sejumlah wilayah.
"Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Artinya dalam satu hari bertambah 60 jiwa. Ini berkat operasi pencarian pertolongan olehbsatgas gabungan dipimlin oleh Basarnas," jelas Suharyanto, Sabtu (29/11/2025).
Baca Lainnya :
- Hujan Ekstrem di Sumbar, 13 Daerah Dilanda Banjir, 3.076 Rumah Terendam0
- Aceh Siaga Darurat, 14 Kabupaten Dilanda Banjir Bandang, Ratusan Warga Diperkirakan Tewas0
- Bantuan TJSL PTP Nonpetikemas untuk Korban Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat0
- Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal0
- Indonesia adalah Wilayah Pertahanan Terakhir Umat Islam di Seluruh Dunia0
Sementara itu sebanyak 143 warga masih belum ditemukan. Korban yang hilang berasal dari 8 wilayah terdampak bencana yaitu: Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal.
Kabupaten Langkat juga mengalami banjir. Menurut Suharyanto, Kabupaten Langkat tidak menetapkan status kedaruratan karena Pemkab masih bisa mengatasi kondisi tersebut.
Jumlah Pengungsi
Sementara itu jumlah warga yang mengungsi mencapai ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah. Rinciannya:
- Tapanuli Utara di satu titik pengungsian, jumlah pengungsi 600 keluarga
- Tapanuli Tengah yang merupakan daerah terdampak paling parah, pengungsi ada di satu titik lokasi yaitu di GOR Tapanuli Tengah. Jumlah pengungsi mencapai 1.100 KK
- Tapanuli Selatan titik pengungsian tersebar di 12 kecamatan. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 4.661 KK
- Humbang Hasundutan jumlah pengungsi mencapai 1.712 jiwa
- Mandailing Natal lokasi pengungsian tersebar di 8 titik dengan jumlah pengungsi 1.378 jiwa
Pemerintah terus melakukan upaya untuk membuka jalur transportasi dan komunikasi. "Untuk jalur transportasi Sibolga, Padang Sidempuan masih belum selesai, masih dalam pengerjaan," jelas Suharyanto.
Bantuan logistik sudah mulai didistribusikan di Sibolga yang dikirim melalui udara. Sampai hari ketiga penanganan darurat, Sibolga belum bisa ditembus lewat darat.
"Kota Sibolga yang saat ini masih belum bisa ditembus lewat darat untuk bantuan logistik mulai besok kita akan dorong logistik menggunakan jalur laut, karena KRI bantuan TNI AL sudah tiba di Sumut," tandas Suharyanto. (Arry/Mar)











