- Ini Langkah IPC TPK Kenalkan Industri Petikemas ke Generasi Muda Jakarta Utara
- Buka Maritime Expo 2026, Wamenhub Suntana Apresiasi Pengabdian Pelaut Indonesia
- Bangun Proyek Dermaga Tanpa Izin, Dua Perusahaan di Riau Disegel KKP
- Puluhan Ekor Hiu Bambu Hasil Penangkaran Dilepas KKP di Laut Kepulauan Seribu
- Libur Sekolah, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang
- Kapal Perang Inggris HMS Tamar (P233) Merapat di Jakarta, Ada Apa ?
- Pelindo Regional 2 Priok Gandeng Kejaksaan Tangani Kepastian Hukum Penyelenggaraan Kegiatan Kepelabuhanan
- Ini Hasil RUPS Pelindo 2025: Kinerja Tumbuh, Setor ke Negara Rp7,81 Triliun
- Latma Malindo Jaya 28AB-26, Indonesia dan Malaysia Himpun Kekuatan Laut Hadapi Tantangan Maritim
- Operasi Senyap TNI AL di Tengah Malam, Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah 4,25 Ton Miliaran Rupiah
Hujan Ekstrem di Sumbar, 13 Daerah Dilanda Banjir, 3.076 Rumah Terendam

Keterangan Gambar : Banjir besar melanda wilayah Provinsi Sumatera Barat. Foto: Pemprov Sumbar
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PADANG: Bencana hidrometeorologi terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang terjadi sejak 22 hingga 24 November 2025.
Dalam siaran resmi Pemprom Sumatera Barat diungkapkan, berdasarkan laporan BPBD kabupaten/kota yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Sumbar pada Selasa (25/11/2025) pukul 03.00 WIB, bencana meliputi banjir, longsor, tanah ambles, dan pohon tumbang di sedikitnya 13 daerah.
Baca Lainnya :
- Aceh Siaga Darurat, 14 Kabupaten Dilanda Banjir Bandang, Ratusan Warga Diperkirakan Tewas0
- Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal0
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Pray for Sumatera, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 Dikerahkan ke Lokasi Bencana0
- Ini Kata Wiranto, PWI Mitra Strategis Pemerintah,Tetap Harus Kritis0
Kepala BPBD Provinsi Sumbar, Era Sukma Munaf, menyampaikan bahwa data terperinci dari daerah masih terus dihimpun dan diperbarui. Ia memastikan koordinasi lintas lembaga telah berjalan intensif untuk percepatan penanganan.
Warga Sumbar agar tidak keluar rumah jika tidak penting mengingat cuaca ekstrim diperkirakan masih akan berlangsung hingga 27 November mendatang.
Pemprov Sumbar mencatat, Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan dampak terberat. Di wilayah ini 3.076 unit rumah terendam, 9.228 jiwa terdampak. Selain itu dampak kerusakan infrastruktur antara lain jembatan, saluran irigasi, serta ruas jalan yang putus akibat longsor.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung 23 November–6 Desember 2025.
Di Kota Padang, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan tanah amblas di beberapa titik di Kecamatan Padang Selatan. Sementara banjir genangan dilaporkan di Gunung Pangilun dan Tabing Banda Gadang. Seluruh kejadian tidak menimbulkan korban jiwa.
Bencana juga terjadi di Kabupaten Agam meliputi banjir, banjir bandang, angin kencang, dan longsor di sejumlah kecamatan, termasuk Tanjung Raya. Dampaknya mencakup rumah terdampak, fasilitas wisata tertimbun material, jembatan rusak, akses jalan terputus, dan aliran air bersih terhenti di beberapa nagari.
Daerah Terdampak
Di Kota Solok, banjir merusak bangunan dan berdampak pada 6 KK (18 jiwa). Sementara di Tanah Datar, banjir dan banjir bandang menyebabkan jembatan putus, rumah terkikis arus sungai, serta puluhan jiwa mengungsi mandiri.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, 155 rumah terendam di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Sejumlah wilayah lain juga terdampak cuaca ekstrem, di antaranya:
* Kota Pariaman: banjir dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik dan evakuasi warga.
* Kabupaten Solok: longsor di jalan nasional Ruas Lubuk Selasih–Alahan Panjang menutup arus lalu lintas.
* Kabupaten Pasaman & Pasaman Barat: angin kencang dan banjir merusak rumah warga di beberapa kecamatan, memutus jalan, serta menutup akses di Kelok Kaco Talamau.
* Kota Bukittinggi: gerakan tanah mengancam permukiman dengan 68 jiwa terdampak, serta pohon tumbang di sejumlah kelurahan.
* Kabupaten Limapuluh Kota: pohon tumbang merusak dua unit sekolah dengan kerugian sekitar Rp20,8 juta.
* Kota Padang Panjang: dua kejadian pohon tumbang — satu menimpa rumah warga, satu menghambat akses jalan.
* Kabupaten Tanah Datar: banjir menyebabkan satu rumah rusak sedang dan sejumlah perabotan warga rusak.
BPBD kabupaten/kota bersama TRC PB telah melakukan evakuasi warga, pembersihan material pohon tumbang, pendataan serta assessment, dan koordinasi dengan kecamatan, nagari, dan perangkat daerah terkait. Sejumlah daerah juga membuka dapur umum, mendirikan pos pengungsian, serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BPJN untuk percepatan pembukaan akses jalan.
Pemerintah Provinsi Sumbar terus memantau perkembangan melalui Pusdalops PB, dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan area rawan longsor.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapsiagaan logistik, alat berat, dan jalur evakuasi, serta melaporkan pembaruan kondisi secara berkala agar percepatan penanganan dapat dilakukan secara terpadu. (Bow/Mar)











