- Tok! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Muhammadiyah Lebaran Lebih Dulu
- Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Kapal TNI AL Patroli Pengamanan di Selat Bali
- Warga Menteng Ternyata Tak Semua Kaya, Kasal dan Menteri PKP Bagikan Sembako
- Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang
- Pelajaran dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
- H-4 Lebaran, 6 Juta Pemudik Pulkam Naik Angkutan Umum
- Pantau Puncak Arus Mudik Kapal PELNI, WamenPANRB dan Wamenhub Kunjungi KM Labobar Hingga ke Anjungan Kapal
- Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Menhub: Puncak Mudik Lebaran 2026 Kondusif dan Lancar
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal

Keterangan Gambar : Banjir bandang melanda permukiman penduduk di Tapanuli Selatan dan Deli Serdang serta Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (27/11/2025). Foto: Pemprov Sumut
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MEDAN: Sejumlah daerah di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, serta wilayah lainnya di Sumatera Utara, diterjang banjir bandang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari hingga Kamis (27/11/2025) selain mengakibatkan ribuan rumah, juga menelan korban jiwa.
Banjir hampir merata di semua wilayah kabupaten serta Kota Medan membuat ibukota Sumatera Utara ini lumpuh. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Utara mengakibatkan Sungai Deli, Sungai Babura dan Sungai Belawan meluap. Akibatnya, sejak Kamis pagi Kota Medan sudah digenangi banjir.
Titik banjir antara lain terjadi di Simpang Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, serta Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Titik lainnya yang terendam banjir antara lain Simpang Manhattan, Jl. Dr Mansyur USU, Depan UNIMED UIN serta beberapa daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Pray for Sumatera, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 Dikerahkan ke Lokasi Bencana0
- Ini Kata Wiranto, PWI Mitra Strategis Pemerintah,Tetap Harus Kritis0
- Penyematan Nations Medal Satgas TNI KONGA di Lebanon, Kasal: Komitmen Teguh Kami Bangun Perdamaian0
- Manuver Helikopter Panther HS-1306 TNI AL di Laut Mediterania Memukau Pasukan Asing0
Wita, seorang warga Medan yang tinggal di daerah Sekip mengatakan ia dan keluarga terkejut ketika air dengan cepat menyerbu masuk rumah. "Cepat sekali airnya naik, makin tinggi makin tinggi," ujar dia saat dihubungi indonesiamaritimenews.com. Ia pun terpaksa mengungsi bersama keluarganya.
Eva, warga lainnya tinggal di daerah Kalmbir Helvetia bahkan tidak sempat membawa pakaian dan barang apa pun ketika mengungsi. "Airnya cepat sekali datangnya, saya tak sempat bawa barang, cuma baju di badan," kata wanita setengah baya ini.
32 Warga Meninggal
Banjir dan longsor juga melanda wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel). Longsoran tanah dan air bercampur lumpur bukan menghanyutkan pepohonan, tapi juga rumah warga.
Berdasarkan data sementara Pemprov Sumut dan Polda Sumut, lokasi terdampak bencana di Sumut meliputi Kabupaten Mandailing Natal; Serdang Bedagai; Humbang Hasundutan; Tapanuli Utara; Tapanuli Tengah; Tapanuli Selatan; Langkat; Pakpak Bharat; Kota Padang Sidempuan; Sibolga, dan Gunung Sitoli.
Data sementara warga yang tewas akibat banjir dan longsor tercatat berjumlah 32 orang. Dari seluruh wilayah, Tapanuli Selatan merupakan daerah dengan korban jiwa terbanyak yaitu 15 orang. (Arry/Mar)











