- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal

Keterangan Gambar : Banjir bandang melanda permukiman penduduk di Tapanuli Selatan dan Deli Serdang serta Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (27/11/2025). Foto: Pemprov Sumut
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MEDAN: Sejumlah daerah di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, serta wilayah lainnya di Sumatera Utara, diterjang banjir bandang. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari hingga Kamis (27/11/2025) selain mengakibatkan ribuan rumah, juga menelan korban jiwa.
Banjir hampir merata di semua wilayah kabupaten serta Kota Medan membuat ibukota Sumatera Utara ini lumpuh. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Utara mengakibatkan Sungai Deli, Sungai Babura dan Sungai Belawan meluap. Akibatnya, sejak Kamis pagi Kota Medan sudah digenangi banjir.
Titik banjir antara lain terjadi di Simpang Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, serta Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Titik lainnya yang terendam banjir antara lain Simpang Manhattan, Jl. Dr Mansyur USU, Depan UNIMED UIN serta beberapa daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Pray for Sumatera, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 Dikerahkan ke Lokasi Bencana0
- Ini Kata Wiranto, PWI Mitra Strategis Pemerintah,Tetap Harus Kritis0
- Penyematan Nations Medal Satgas TNI KONGA di Lebanon, Kasal: Komitmen Teguh Kami Bangun Perdamaian0
- Manuver Helikopter Panther HS-1306 TNI AL di Laut Mediterania Memukau Pasukan Asing0
Wita, seorang warga Medan yang tinggal di daerah Sekip mengatakan ia dan keluarga terkejut ketika air dengan cepat menyerbu masuk rumah. "Cepat sekali airnya naik, makin tinggi makin tinggi," ujar dia saat dihubungi indonesiamaritimenews.com. Ia pun terpaksa mengungsi bersama keluarganya.
Eva, warga lainnya tinggal di daerah Kalmbir Helvetia bahkan tidak sempat membawa pakaian dan barang apa pun ketika mengungsi. "Airnya cepat sekali datangnya, saya tak sempat bawa barang, cuma baju di badan," kata wanita setengah baya ini.
32 Warga Meninggal
Banjir dan longsor juga melanda wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel). Longsoran tanah dan air bercampur lumpur bukan menghanyutkan pepohonan, tapi juga rumah warga.
Berdasarkan data sementara Pemprov Sumut dan Polda Sumut, lokasi terdampak bencana di Sumut meliputi Kabupaten Mandailing Natal; Serdang Bedagai; Humbang Hasundutan; Tapanuli Utara; Tapanuli Tengah; Tapanuli Selatan; Langkat; Pakpak Bharat; Kota Padang Sidempuan; Sibolga, dan Gunung Sitoli.
Data sementara warga yang tewas akibat banjir dan longsor tercatat berjumlah 32 orang. Dari seluruh wilayah, Tapanuli Selatan merupakan daerah dengan korban jiwa terbanyak yaitu 15 orang. (Arry/Mar)











