- Warga Menteng Ternyata Tak Semua Kaya, Kasal dan Menteri PKP Bagikan Sembako
- Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang
- Pelajaran dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
- H-4 Lebaran, 6 Juta Pemudik Pulkam Naik Angkutan Umum
- Pantau Puncak Arus Mudik Kapal PELNI, WamenPANRB dan Wamenhub Kunjungi KM Labobar Hingga ke Anjungan Kapal
- Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Menhub: Puncak Mudik Lebaran 2026 Kondusif dan Lancar
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
- Menhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
- Januari hingga Jelang Lebaran 2026, KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T
Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang

Keterangan Gambar : Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut ribuan pemudik yang sebagian membawa sepeda motor, telah sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (18/3/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ACEH: Program mudik gratis melalui jalur laut yang digelar TNI AL menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman. TNI AL mengerahkan beberapa kapal perang untuk membawa pemudik merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman.
Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut ribuan pemudik telah sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (18/3/2026).
Kedatangan para pemudik disambut langsung oleh Wali Kota Semarang bersama Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang Kolonel Marinir Sabprowanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang. Suasana hangat dan penuh antusias terlihat saat para pemudik turun dari kapal setelah menempuh perjalanan dari Jakarta.
Baca Lainnya :
- Mudik Naik Kapal Perang TNI AL, 1.447 Pemudik Tiba di Semarang0
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur0
- Kombes AM Kamal, Dari Operasi DOM Aceh hingga Satgas Damai Papua, Mengabdi untuk Negeri0
- Wisata Golf Baru Milik Keluarga Cendana di Lembah Gunung Salak0
- Halal Bihalal Keluarga Besar PPAL, Pengabdian Purna Tugas Mencari Ridho Allah0
Dalam siaran resmi Dispenal disebutkan, program mudik gratis TNI Angkatan Laut ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya menghadirkan alternatif transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur darat sekaligus menekan risiko kecelakaan selama musim mudik.
Dalam program tersebut, TNI AL menyiapkan Kapal Perang Republik Indonesia untuk mengangkut para pemudik beserta kendaraan roda dua secara gratis dengan beberapa rute pelayaran, di antaranya Jakarta menuju Semarang dan Surabaya, serta rute Jakarta menuju Bangka Belitung.
KRI Banda Aceh-593 yang melayani rute Jakarta–Semarang–Surabaya sebelumnya diberangkatkan dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (17/3/2026).
Pada pelayaran ini, KRI Banda Aceh-593 mengangkut 1447 pemudik beserta 503 unit sepeda motor. Dari jumlah tersebut, sekitar 707 orang merupakan masyarakat Kota Semarang dan wilayah sekitarnya yang memanfaatkan program mudik gratis melalui jalur laut ini.
Untuk memberikan kemudahan bagi para pemudik yang tidak membawa kendaraan pribadi, Lanal Semarang juga menyiapkan armada bus yang akan mengantarkan mereka menuju sejumlah titik transportasi lanjutan, seperti Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, maupun Terminal Terboyo, sehingga para pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing.
Melalui program ini, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam membantu kelancaran arus mudik nasional, sekaligus meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman. (Bow/Oryza)











