- Hadapi Peluang Green Jobs, Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja
- Kodaeral XI Musnahkan 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal di Merauke
- Tiba di Vladivostok Rusia, Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Eastern Economic Forum ke-11
- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan
- HPN 2027 di Lampung Digelar Inklusif dan Kolaboratif, Begini Sejarah Lahirnya Hari Pers
- Pasmar 2 Gelar Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Pengabdian
- Kemnaker dan PT PKSS Perluas Akses Kesempatan Kerja
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas
- TNI AL Edukasi Masyarakat Cegah Karhutla di Mempawah dan Kubu Raya
- Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan
Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi Bukan Halangan, Sudah 13,9 Km Pagar Laut di Tangerang Dibongkar

Keterangan Gambar : Prajurit TNI AL bersama nelayan dan personel instansi maritim melanjutkan pencabutan pagar laut di perairan Tangerang, Sabtu (25/1/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANTEN: Pembongkaran patok pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang terus berlanjut. TNI AL dalam hal ini Lantamal III Jakarta bersama Instansi Maritim dan masyarakat nelayan terus melaksanakan pembongkaran pagar laut ilegal tersebut.
Hingga Sabtu (25/1/2025) total pagar yang berhasil dibongkar oleh TNI AL dan masyarakat nelayan yaitu sepanjang 13.9 KM yang terbagi menjadi 3 titik. Ketiga titik yang menjadi konsentrasi lokasi pembongkaran pagar laut adalah Tanjung Pasir yang hingga saat ini berhasil membongkar total 10,5 KM, Kronjo total sepanjang 2,5 KM dan Mauk total sepanjang 900 M.
Sekitar 450 personel tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polairud, Bakamla dan masyarakat nelayan diterjunkan. Semuanya bahu membahu membongkar pagar laut di 3 lokasi tersebut guna membuka akses bagi para nelayan untuk mencari nafkah.
Sedangkan sarana yang digunakan oleh tim gabungan untuk melaksanakan pembongkaran antara lain 4 KAL/Patkamla, 6 Sea Rider, 13 Perahu Karet, 2 RBB dan 2 RHIB, serta dibantu perahu milik para nelayan. Masyarakat pesisir sangat antusias dari hari pertama membantu membongkar pagar laut tersebut.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, dimana angin dan gelombang yang cukup tinggi, pagar bambu yang tertancap sedalam 1,5 – 2,5 meter, ditambah lagi dengan kedalaman air laut sekitar 1 meter, membuat banyak kapal penarik yang kandas.
Baca Lainnya :
- Duh! Penumpang KMP Athaya Rute Bakauheni-Merak Jatuh ke Laut0
- Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang, TNI AL: Lebih Cepat Selesai, Nelayan Bisa Melaut0
- Dalang Pemagaran Laut Harus Diungkap, Titiek Soeharto: Jangan Takut Melawan Oligarki0
- Kasal, Titiek Soeharto hingga 3 Menteri Turun ke Lokasi Pembongkaran Pagar Laut Tangerang 0
- Bongkar! Pasukan TNI AL dan 1.000 Nelayan Kembali Gempur Pagar Laut di Tangerang0
Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi tim gabungan bersama masyarakat nelayan untuk terus mencabut pagar laut yang meresahkan masyarakat tersebut. Pembongkaran terus dimaksimalkan dan dipercepat guna membuka akses nelayan untuk melaut.
Pelaksanaan kegiatan pagar laut merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan kepada para prajurit TNI AL untuk terus bersinergi dengan instansi maritim terkait guna mengatasi kesulitan masyarakat nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, pembongkaran pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, mulai dilakukan oleh 600 personel TNI AL dan ratusan nelayan pada Sabtu (18/1/2025).
Puncaknya, pembongkaran besar-besaran dilanjutkan pada Rabu (22/1/2025) dengan melibatkan para stakeholder. Para pejabat negara datang langsung ke lokasi menyaksikan pembongkaran tersebut.
Para pejabat yang datang selain Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali juga Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti wahyu Trenggoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah; Kabaharkam Polri Mohammad Fadil Imran, Danpuspom TNI, Pangdam Jaya dan Pangkotama serta Pejabat Utama TNI AL.
Sebagai catatan, pembongkaran pagar laut ilegal ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. (Arry/Oryza)











