Adilkah Engkau Pada Dirimu? Ketika Kematian Tiba Apa yang Kau Bawa?
Oleh Habib Abdullah, Bin Idrus Bin Aqil

By Indonesia Maritime News 24 Nov 2023, 06:48:37 WIB Tauziah
Adilkah Engkau Pada Dirimu?  Ketika Kematian Tiba Apa yang Kau Bawa?

Keterangan Gambar : Ilustrasi Tanah Pemakaman.Foto:property of Indonesiamaritimenews.com



Indonesiamaritimenews.com (IMN): Kematian itu rahasia Allah, kapan dan dimana dia datang. Apakah akan datang beberapa tahun lagi, beberapa bulan, minggu, hari, jam atau beberapa menit dan detik lagi? Astargfirullah.

Namun banyak orang terlena dibuai angan-angan  seakan mati seribu tahun lagi.Padahal kematian terus memanggil dekat dan semakin dekat...

Baca Lainnya :

Bila kematian itu datang, kau akan meninggalkan ke hidupan  dunia  yang sangat sebentar ini. Pertanyaan bertubi- tubi pun datang menghampirimu .
Bekal apa yang engkau siapkan untuk menyelamatkanmu dan menolongmu di kehidupan abadi, kehidupan selama-lamanya di akhirat nanti?

Pertanyaan di atas seharusnya terus menggelitik kita merenung kemudian meminta pertolongan Allah agar kita bisa membawa bekal akhirat agar diselamatkan dunia wal akhirat.

Bila sebulan lagi divonis mati.Masih maukah kita menanggapi mereka yang sedang membicarakan aib orang dihadapan kita?

Bahkan kita akan berusaha sebisa mungkin meminta maaf orang yang pernah dighibahi,adu domba,iri,hasud,dengki,dan lain - lain.

Jika divonis umur tersisa dua bulan saja.
Akankah kita meributkan sengketa tanah, jabatan maupun harta dan lain - lain?

Bahkan kita akan mengembalikan seluruh harta dan amanah yang dititipkan kita dari tuhan.

Andai dokter memvonis tidak lebih dari tiga hari usia tersisa.
Adakah kita masih berhasrat membalas mereka yang berbuat dzholim kepada diri ini?

Bahkan kitalah yang akan bersegera meminta maaf atas segala salah khilaf yang pernah ada..

Nabi Muhammad Saw bersabda :

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم

Barangsiapa pernah berbuat dzholim kepada saudaranya dalam hal kehormatan atau perihal apa pun.

maka hendaklah hari ini juga ia meminta ridho nya (maaf) atas perbuatannya.

Sebelum datang hari di saat tidak lagi bermanfaat uang dan jabatan (di hari kiamat).

Karena setiap yang bernyawa divonis akan mati. Dan rahasia tidak diketahui masa kematian agar kita bersiap diri.

Bukan hari esok atau nanti, tapi sejak saat ini.

SAAT KEMATIAN ITU UDAH MENDEKAT.

Saat kematian itu sudah dekat sebelum tiba, kita dapat merenungkan tentang kehidupan ini.

Ketika diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu dunia yang luar biasa, ketika Kematian mendekat,
Anda tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat. Kalau saya disuruh memilih antara keduanya (ilmu umum & ilmu agama) maka saya akan memilih ilmu Agama.

Sepi penghuni... 
Tangan menggigil karena lemah.
Penyakit menggerogoti sejak lama.
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman...orang dekat kematian terus bersyukur, beruntung dekat denga Allah tuhan pencipta dan tempat kembali.

Bila mereka memiliki anak, semuanya sukses, berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri.
Ada yang sekarang berkarir di luar negeri.
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi.
Ada pula yang jadi pengusaha.Soal Ekonomi, angkat dua jempol. Semuanya kaya raya.

Namun,
Saat tua renta  dia merasa hampa, ada pilu mendesak disudut hatinya.

Tidur tak nyaman.
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enerjik yang penuh kenangan.

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur.

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya.
Dari sudut mata ada air yang menetes. rindu dikunjungi anak-anaknya.

Semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain.
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan.Sudah terlanjur melemah.

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah sepanjang waktu.

Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti...
yang pasti hanyalah kematian.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya.
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC.
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang.
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa ?

Kira-kira jika malaikat datang menjemput, akan seperti apakah kematiannya nanti?

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ?

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula.
Anak-anak  apakah ingat berdoa untuk kita atau tidak?

Sementara mereka sendiri belum tentu mengerjakan ibadahnya sendiri.
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama,  ilmu agama hanya sebagai sisipan saja.

Terbayang ingin bersekah sebagai penolong, berkeinginan beramal dan terus beramal

Penyesalan kalau lah dulu sempat menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah orang miskin, Panti Asuhan anak yatim atau ke tempat-tempat di jalan Allah .

Kalau lah sempat dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang.

Kalau lah sempat memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.

Kalaulah sempat membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan.

Kalau lah kita tidak kikir atau pelit kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi amalan Penolong nya.

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi Orang yang sholeh dan sholehah,(menjadi baik) dan Ilmu agama nya lebih diutamakan.

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan dan diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan terbangun malam meneteskan air mata mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama.

KALAULAH SEMPAT

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan bekal untuk menghadap-Nya dan Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan Kehidupan Dunia yang  bisa  melalaikan nya...

Kita boleh saja bersungguh-sungguh berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal di akhir hidup kita.Teruslah menjadi  si penabur  kebajikan selama hayat masih dikandung badan. Semoga Allah Allah menolong dan menyelamatkan kita dunia dan akhirat...Aamiin (Arifin/*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook