- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
Wapres Bertemu Presiden UEA di Abu Dhabi, Ini Keinginan Indonesia

Keterangan Gambar : Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan pertemuan bilateral Presiden Abu Dhabi Forum for Peace Syekh Abdullah bin Bayyah di Abu Dhabi. Foto: BPMI Setwapres
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA : Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengharapkan pengiriman imam dari Indonesia untuk berdakwah di masjid-masjid UAE (uni Emirat Arab) ditingkatkan. Hal ini disampaikan Ma’ruf Amin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al Shatie Abu Dhabi
"Saat ini Indonesia telah mengirimkan 70 imam dari Indonesia ke UAE. Saya yakin, dengan dukungan Yang Mulia, target pengiriman 200 imam akan lebih mudah tercapai," kata Wapres. Pertemuan bilateral Presiden Abu Dhabi Forum for Peace (ADFP) Syekh Abdullah bin Bayyah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE) ini berlangsung pada Rabu (2/22/2022).
Dalam pertemuan itu, Wapres menekankan agar kerja sama pembangunan School of Future Studies di Indonesia melalui kolaborasi antara Mohammed bin Zayed University for Humanities (MBZUH) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta segera terealisasi.
Baca Lainnya :
- Cegah Korupsi, Data Truk Terintegrasi, Pelabuhan Pontianak Terapkan STID Truk & SIMON TKBM0
- Atasi Antrean di Pelabuhan, Pelindo Bangun Jalur Khusus Berbayar ke Terminal Kalibaru0
- Pemerintah Kembali Beri Suntikan Modal ke 3 BUMN, Ini Rinciannya0
- Pantau Keamanan KTT G20, 17 Titik CCTV Dipasang di Pelabuhan di Banyuwangi 0
- JAX Service Diluncurkan, Kapal Raksasa Jakarta-Amerika Sandar di JICT Tanjung Priok0
"Saya mohon dukungan Yang Mulia agar kerja sama ini dapat segera terwujud," kata Wapres di Istana Al Shatie Abu Dhabi, Rabu 2 November, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (3/10/2022). Wapres mengapresiasi kerja sama Indonesia dan UAE dalam pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed dan Islamic Center di Solo, Jawa Tengah, yang akan diresmikan Presiden Jokowi dan Presiden MBZ pada 17 November mendatang.
Wapres juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas dukungan pemerintah UAE pada pembangunan gedung KBRI Abu Dhabi dan Wisma Duta Besar Indonesia yang baru. Diharapkan, kerjasama dan persaudaraan kedua negara makin erat.
Wapres menjelaskan pada prinsipnya Indonesia dan UAE memiliki kesamaan visi dan misi dalam membangun semangat persaudaraan dan mewujudkan perdamaian dunia. "Kami di Indonesia membangun prinsip tiga ukhuwah (persaudaraan), yakni ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniah. Indonesia juga punya misi menurut konstitusi kami untuk melakukan perdamaian dunia," jelas Ma’ruf Amin.
Karena itu, melalui Forum Perdamaian Abu Dhabi ke-9 yang akan diselenggarakan ADFP pada 8-10 November 2022, Ma'ruf Amin berharap kerja sama Indonesia dan UAE semakin konkret dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.
SAMBUT BAIK
Presiden MBZ pun menyambut baik segala harapan Wapres Ma’ruf Amin. Presiden MBZ mengatakan banyak bidang yang dapat dikerjasamakan antara Indonesia dan UAE, khususnya bidang teknologi untuk dukung pembangunan School of Future Studies.
"Saya melihat Indonesia merupakan negara yang memiliki kemampuan cukup tinggi dalam bidang teknologi," kata Presiden MBZ.
Selain itu, lanjut dia, besarnya jumlah penduduk menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia di antara negara-negara Islam yang lain. Ia meyakini dengan semua indikator yang ada, Indonesia akan menjadi negara yang hebat dalam 25 tahun mendatang.
Karena Indonesia didukung adanya stabilitas, dan stabilitas pada saatnya akan menjadi faktor paling penting bagi kemajuan sebuah negara. Indonesia juga dinilai memiliki tenaga kerja yang memiliki etos kerja tinggi. Sehingga UAE memiliki kepentingan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan, termasuk di bidang teknologi, ekonomi, maupun sebagai sesama negara muslim. (Fat/ Oryza)











