- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumbar, 90 Orang Meninggal, 85 Hilang

Keterangan Gambar : Banjir besar melanda wilayah Provinsi Sumatera Barat. Foto: Pemprov Sumbar
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Korban banjir dan longsor di Sumatera Barat sampai Sabtu (29/11/2025) berjumlah 90 orang meninggal dunia dan 85 hilang. Daerah yang terdampak bencana yaitu 16 kabupaten/kota.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan wilayah Sumatera Barat berangsur pulih dan cuaca mulai cerah.
"Untuk Padang meningkat, sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya. Ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka," ungkap Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).
Baca Lainnya :
- Hujan Ekstrem di Sumbar, 13 Daerah Dilanda Banjir, 3.076 Rumah Terendam0
- Aceh Siaga Darurat, 14 Kabupaten Dilanda Banjir Bandang, Ratusan Warga Diperkirakan Tewas0
- Sumut Dikepung Banjir Parah, Deli Serdang dan Kota Medan Lumpuh, 32 Warga Meninggal0
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Pray for Sumatera, KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 Dikerahkan ke Lokasi Bencana0
"Tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam," sambung Suharyanto.
Dijelaskan Suharyanto, dari 16 kabupaten/kota yang terdampak kini tinggal 6 kabupaten/kota yang masih perlu penanganan. Adapun 6 Kabupaten/Kota yang membutuhkan penanganan itu adalah:
1. Kabupaten Agam
2. Padang Pariaman
3. Solok
4. Kota Padang
5. Tanah Datar
6. Padang Panjang
Kabupaten Agam belakangan karena baru bisa ditembus.Tim Basarnas melakukan pencarian pertolongan dan baru diketahui di wilayah Agam banyak korban jiwa maupun yang hilang.
Sementara itu korban banjir di Sumbar yaitu:
- Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang
- Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka
- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka
- Kota Padang: 5 meninggal
- Solok: 1 meninggal
- Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang, dan 4 luka.
Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah Provinsi Sumatera Barat. Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang terjadi sejak 22 hingga 24 November 2025.
Dalam siaran resmi Pemprom Sumatera Barat diungkapkan, berdasarkan laporan BPBD kabupaten/kota yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Sumbar pada Selasa (25/11/2025) pukul 03.00 WIB, bencana meliputi banjir, longsor, tanah ambles, dan pohon tumbang. (Arry/Mar)











