- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Satgas Nataru TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ayam Aduan Ras Filipina dan Miras

Keterangan Gambar : Tim Satgas Nataru TNI AL gagalkan penyelundupan 120 ekor ayam aduan Filipina dan minuman keras. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SANGIHE: Tim Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru jajaran TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna, berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah barang illegal dari Filipina yang akan masuk ke wilayah Indonesia melalui Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Barang ilegal yang digagalkan masuk pada operasi tersebut antara lain, ayam aduan ras Filipina sebanyak 120 ekor, minuman keras (miras) 104 Botol dan 5 paket miras yang masih terbungkus, minuman ringan 24 krat botol kecil dan 4 krat dalam ukuran besar, satu paket bubuk putih yang saat ini jenisnya tengah dikonfirmasi ke BNN serta barang muatan kapal lainnya.
Keberhasilan ini bermula saat tim TNI AL melaksanakan operasi pada Sabtu, 23 Desember 2023 malam menggunakan perahu karet milik KAL Pulau Sangihe II-8-31 di wilayah Perairan Angges.
Satgas TNI AL kemudian melaksanakan pemeriksaan kapal jenis Pamboat bernama Nato Star yang diduga kuat melintas ilegal dari Filipina menuju Indonesia. Kapal tersebut berukuran 2 GT, dengan panjang 12 meter, memiliki 2 mesin dan 1 mesin cadangan.
Baca Lainnya :
- Tutup Tahun 2023, Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras di Perbatasan Malaysia0
- Aksi Cepat Tanggap, Prajurit TNI AL Temukan 3 Jenazah Korban Laka Laut di Perairan Selayar0
- Pengabdian Prajurit TNI AL di Pesisir Natuna, Jadi Guru di Rumah Pintar Kampung Bahari0
- Laksda TNI Yayan Sofiyan, Resmi Jabat Asops Kasal0
- Evakuasi Medis Laut, Mahasiswa Calon Nakes Dilatih TNI AL0
Hasil pemeriksaan, kapal tersebut ternyata membawa sejumlah muatan illegal dan 3 orang Anak Buah Kapal (ABK) atas nama TM (39 tahun), MS (31 tahun), serta W (32 tahun) saat ini telah diamankan. Diduga kuat ketiganya memiliki dua identitas kewarganegaraan.
Hasil pemeriksaan juga diperoleh informasi bahwa barang illegal berupa ayam aduan ras Filipina tersebut milik seseorang berinisial JK. Aktivitas ini diduga kuat di back up oleh oknum aparat yang bertugas di Kepulauan Sangihe dan sudah berlangsung lama.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, guna menjamin keamanan, terlebih di wilayah perbatasan. (Arry/Oryza)











