- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Tutup Tahun 2023, Tim Gabungan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras di Perbatasan Malaysia

Keterangan Gambar : Lanal Nunukan menggagalkan penyelundupan ratusan botol minuman keras. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), NUNUKAN: Jelang tutup Tahun 2023, TNI AL dalam hal ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan kembali berhasil melaksanakan penindakan kegiatan ilegal di perbatasan laut RI–Malaysia.
Kali ini tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Nunukan bersama Satgas Kopaska Koarmada II berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan botol miras non cukai dengan kadar alkohol diatas 40% dari Tawau Malaysia dengan tujuan Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (23/12/2023) lalu.
Baca Lainnya :
- Aksi Cepat Tanggap, Prajurit TNI AL Temukan 3 Jenazah Korban Laka Laut di Perairan Selayar0
- Pengabdian Prajurit TNI AL di Pesisir Natuna, Jadi Guru di Rumah Pintar Kampung Bahari0
- Laksda TNI Yayan Sofiyan, Resmi Jabat Asops Kasal0
- Evakuasi Medis Laut, Mahasiswa Calon Nakes Dilatih TNI AL0
- Tahun 2024, TNI AL Kembali Bangun Kapal Patroli Karya Anak Bangsa0
Barang ilegal yang diamankan yaitu miras non cukai dengan merk dagang/brand chivas regal sebanyak 143 botol, serta barang bukti lain berupa satu unit speedboat, dan satu buah badik kecil. Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) WNI tanpa membawa identitas yang bertugas sebagai kurir juga diamankan.
Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut (P) Handoyo mengatakan kejadian berawal ketika Tim Unit Intel Lanal Nunukan mendapatkan informasi intelijen tentang adanya penyelundupan miras non cukai dari Tawau Malaysia yang akan bergerak menuju Tarakan.
“Selanjutnya dilaksanakan sharing informasi kepada Tim SFQR Lanal Nunukan dan Satgas Kopaska Koarmada II untuk melaksanakan disposisi kekuatan dan pendalaman informasi tersebut, dengan Satgas Marinir yang melaksanakan perkuatan di garis Pantai Sebatik”, ungkap Letkol Handoyo dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (16/12/2023).
Tak berselang lama, Tim mendeteksi pergerakan speedboat dengan ciri-ciri yang sesuai pada informasi intelijen sebelumnya telah memasuki wilayah perairan Indonesia. Selanjutnya Tim SFQR Lanal Nunukan bersama Satgas Kopaska Koarmada II melaksanakan pengejaran.
Pada pukul 20.35 speedboat tersebut dapat dihentikan lalu dilakukan pengecekan awal terhadap muatan dan ABK speedboat.
Dari hasil pendalaman pemeriksaan didapatkan informasi bahwa muatan tersebut akan dikirimkan ke Tarakan. Barang tersebut diangkaut pakai speedboat sewaan milik warga yang sehari-hari digunakan untuk mobilitas mengangkut barang dagang kebutuhan pokok.
Pemilik speedboat mengaku mengetahui perihal kendaraan disewa untuk tujuan mengangkut miras ilegal. Dua kurir adalah warga Tarakan yang sehari-hari bekerja di pelabuhan perikanan. Modus pelaku utama adalah melaksanakan kompartementasi atau pemisahan kontak kepada kurir dan pemilik speedboat untuk melancarkan aksinya dengan tersamar.
Lanal Nunukan selanjutnya berkoordinasi dengan Bea Cukai Nunukan untuk penyerahan barang bukti. Dilakukan pula sharing informasi pemetaan pola penyelundupan kepada pihak Bea Cukai Nunukan sebagai leading sector dalam penanganan kasus kepabeanan untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.
Keberhasilan dalam menggagalkan upaya penyelundupan ratusan botol miras non cukai ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam menjaga kawasan perairan Indonesia, selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat informasi yang diterima, serta bersinergi dengan instansi terkait dan stakeholder lain sebagai implementasi dari tugas pokok TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah dari aktivitas ilegal. (Arry/Oryza)











