- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
Pria Diduga Pelaku Perdagangan Orang Diamankan TNI AL di Karimun

Keterangan Gambar : Tim Pengamanan Lanal Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) mengamankan seorang pria terduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Pelabuhan TBK, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (2/9/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), Tim Pengamanan Lanal Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) mengamankan seorang pria terduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Pelabuhan TBK, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (2/9/2026).
Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas di lapangan terhadap gerak-gerik seseorang di pelabuhan. Tim pengamanan TNI AL melakukan pengawasan dan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, diamankan seorang pria berinisial DA (37) asal Purwokerto Selatan, Jawa Tengah.
Pria tersebut diduga kuat melancarkan aksi penipuan dan eksploitasi tenaga kerja terhadap tujuh orang korban masing-masing berinisial RRA (40) asal Jakarta, NW (42) asal Jember, RHA (38) asal Pasuruan, RRD (28) asal Bandung, BW (29) asal Sumatera Selatan, AS (42) asal Subang dan AS (37) asal Karanganyar yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM. Bintang Terang.
Baca Lainnya :
- Kodaeral XI Musnahkan 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal di Merauke0
- Diduga Jaringan Narkoba, Kapal MT ASHLEY Disergap KRI Pulau Rangsang-727 di Perairan Bintan0
- Tegakkan Hukum di Laut, Kemenhub Cetak PPNS Pelayaran Profesional dan Berintegritas0
- TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal dan WNA Bangladesh di Perairan Indonesia0
- KKP Ringkus Kapal Komplotan Pelaku Bom Ikan di Kepulauan Spermonde0
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penggalian keterangan ABK kapal tersebut, didapati informasi bahwa terduga pelaku meyakinkan para korban dengan iming-iming masa kontrak kerja selama empat bulan di kapal penangkap cumi dengan pinjaman di awal sebesar Rp 6.000.000,- hingga Rp7.000.000,-. Namun, pada praktiknya saat tiba di TBK masa kerja diubah secara sepihak menjadi 8 hingga 10 bulan dan menahan KTP para korban agar tidak kabur.
Dalam penangkapan tersebut, tim pengamanan Lanal TBK juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya 1 unit ponsel, 1 buah tas selempang, sejumlah dokumen identitas (KTP, kartu pers dan kartu identitas Koordinator Samudera Eka Jaya), lembar kwitansi administrasi pembayaran Dishub dan pendamping hukum bernilai jutaan rupiah, 10 lembar tiket kapal PELNI (rute Dobo – Surabaya dan Tanjung Balai Karimun), sejumlah uang tunai mata uang asing (Dollar Singapura, Ringgit Malaysia dan Riyal Arab Saudi).
Tak hanya terindikasi melakukan praktik TPPO dan penipuan tenaga kerja, terduga pelaku juga terbukti mengonsumsi obat-obatan terlarang. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan positif mengandung Metamfetamin dan Amfetamin (sabu dan inex). Terduga pelaku beserta tujuh orang korban telah dibawa ke Denpom Lanal TBK guna menjalani proses pemeriksaan, pengembangan, dan penanganan hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah tegas ini merupakan implementasi dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali TNI AL senantiasa menjaga kedaulatan dan hukum di wilayah Indonesia guna memberantas sindikat penyelundupan manusia di wilayah Indonesia. (Riz/Mar)











