- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok
- Optimisme Masyarakat, Kabupaten Garut Utara Segera Menjadi Prioritas Nasional Otonomi Daerah
- Libur Panjang Aman & Lancar, ASDP Menyeberangkan 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan
- KM Tri Samudra Jaya 69 terbakar, Pos Binpotmar TNI AL Turun Tangan
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
- 8 UPI Izin Register, KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China
Pray Of Banten, Banjir Bandang Tewaskan 5 Warga, 3500 Orang Mengungsi

Keterangan Gambar : Rumah warga hanyut terbawa arus Kali Cibanten yang meluap. (video amatir)
Indonesiamaritimenews.com ( IMN) JAKARTA: Banjir bandang yang mengepung wilayah Serang dan Cilegon, Banten, menyisakan duka. Tercatat 5 orang meninggal dunia, 3.500 warga mengungsi dan sedikitnya 2.298 rumah terendam.
Banjir mulai mengepung Banten pada Selasa, (1/3/2022) dinihari akibat hujan deras mengguyur Serang dan sekitarnya selama sehari semalam. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan tanah tak lagi mampu mampu menampung air.
Baca Lainnya :
- Jaringan Uang Palsu Dibongkar Bareskrim Polri, 494.904 Lembar Upal Disita0
- MotoGP Mandalika Tinggal Menghitung Hari, Kemenhub Siapkan 278 Angkutan Antarmoda0
- Ini Dia Rincian Wilayah PPKM Level 2-4 di Seluruh Indonesia0
- Mari Bicara Mangrove Nusa Kambangan Bersama Doni Monardo161
- Lagi, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 1-7 Maret 20220
Sungai Kali Cibanten yang hilirnya di Kasemen meluap, bahkan beberapa rumah hanyut lalu hancur. Dalam video amatir yang beredar, rumah warga hanyut terbawa derasnya arus sungai lalu hancur setelah menghantam jembatan.
Banjir kali ini bukan hanya dirasakan penduduk di pedesaan yang lokasinya dekat dengan Kali Cibanten, tapi juga warga perumahan. Seperti perumahan Bumi Permai 1 Kota Serang, lalu Perumahan Padma Raya yang terendam hingga atap. Bahkan Mesjid Agung Banten Lama dan kawasan wisata ziarah juga dikepung banjir.
Data yang dihimpun indonesiamaritimenews.com, hingga Rabu (2/3/2022) baru sebagian wilayah yang mulai surut. Sekitar 3.500 warga mengungsi, namun pada sekitar 20 persen sudah kembali ke rumahnya dengan alasan membersihkan sisa banjir.
Banjir bukan hanya mengepung wilayah Serang. Di wilayah Cilegon, ada 10 kecamatan yang terendam banjir.
TERBESAR SELAMA 18 TAHUN
Banjir tahun ini melanda 42 titik di wilayah Serang, dan terbesar sejak 18 tahun lalu. Pemkot Serang sudah menetapkan status tanggap darurat.
Walikota Serang, Syafrudin sempat meninjau lokasi banjir paling parah, yaitu di Perumahan Padma Raya, Kaujon. "Berdasarkan data ada 22 titik banjir di Kota Serang, termasuk yang saya pantau terparah di daerah Kaujon ini, di Perumahan Padma Raya setinggi 5 meter," kata Syafrudin.
Walikota juga menjelaskan, musibah banjir mengakibatkan 5 warga meninggal dunia. Rinciannya, 3 orang hanyut terbawa arus, satu orang tersengat aliran listrik, seorang lainnya tertimbun longsor.
Adapun identitas kelima korban: Farel warga Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan; Gusti warga Kota Baru, Kecamatan Serang; dan seorang warga bernama Adi. Lalu, warga yang tersengat aliran listrik merupakan warga Kelapa Dua, Kecamatan Serang. Untuk warga yang tertimbun longsor berada di wilayah Angsoka, Kecamatan Kasemen.
Walikota juga menjelaskan, banjir badang luapan Kali Cibanten yang hilirnya di Kasemen meluap disebabkan pendangkalan. Selain itu limpahan air dari Waduk Sindangheula juga sudah tidak bisa menampung debit air.
BPBD Kota Serang serta aparat terkait dan para relawan terus melakukan melakukan pendataan, evakuasi serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Warga juga diimbau untuk.tetap waspada karena hujan deras masih berpotensi terjadi.(Arry/Riz/ Oriz)











