- Alhamdulillah... PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu
- Direksi Pelindo Dirombak, Achmad Muchtasyar Direktur Utama, Drajat Sulistyo Wakil Dirut
- Libur Imlek Dongkrak Arus Penyeberangan Sumatera-Jawa-Bali
- Pelindo Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di 63 Terminal Penumpang
- Ditjen Hubla Revalidasi Auditor ISPS Code 2026, Perkuat Pengawasan Keamanan Kapal dan Pelabuhan
- Hidupkan Budaya Keselamatan Maritim di Labuan Bajo, Kemenhub Gelar Kampanye
- Kapal Patroli KN Jembio-P215 Padamkan Kebakaran KM Inti Marina VII di Perairan Pulau Ular
- KM Inti Mariana VII Terbakar di Selat Sunda, TNI AL Evakuasi 28 Penumpang, 1 Tewas, 2 Hilang
- Kemenhub dan BRIN Dorong SBNP Lewat Smart Buoy, Tekan Risiko Kecelakaan Kapal
- Lonjakan Arus Barang Ramadan, IPC Terminal Petikemas, Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal
Posko Pusat Resmi Ditutup, Menhub: Angkutan Nataru 2025/2026 Lancar Terkendali

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026. Foto: BKIP Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) resmi ditutup, Senin (5/1/2026). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penyelanggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan lancar terkendali.
“Berdasarkan pemantauan posko sejak dibuka 18 Desember 2025 hingga saat ini, secara umum penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali," ujar Dudy.
"Seluruh dinamika pergerakan masyarakat di lapangan, seperti aspek keselamatan, arus kendaraan, hingga ketepatan waktu layanan, telah tercatat dan terhimpun secara digital guna evaluasi secara menyeluruh,” sambung dia.
Baca Lainnya :
- PELNI Tutup Tahun 2025, Tandatangani 3 Kerja Sama Terpadu Pelayaran Perintis dan PSO Rp 2,78 T0
- Lepas Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Menhub: Jaga Kesehatan, Semoga Selamat...0
- Operasi Pengamanan Terpadu Nataru 2025/2026, Armada TNI AL Amankan Jalur Perairan Terpadat0
- Antusiame Masyarakat Tinggi, Kuota Diskon Tiket Kapal Pelni Tinggal 32 Persen0
- Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Beri Pelayanan Terbaik0
Menhub Dudy menjelaskan, data-data yang sudah dihimpun tersebut nantinya bukan sekadar dijadikan laporan semata, melainkan akan dijadikan dasar penting dalam penyusunan langkah antisipatif dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026.
Menurut Dudy, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, angkutan Lebaran menghadirkan kompleksitas yang lebih tinggi dibanding angkutan Nataru. Sebagai tindak lanjut penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran dan Nataru di masa mendatang.
Pertama, kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda kereta api, bus, penyeberangan, dan angkutan laut harus mulai dipastikan sejak jauh-jauh hari, baik dari segi jumlah armada maupun kondisi teknisnya.
Kedua, penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, agar lonjakan pergerakan dapat dikelola secara lebih terkendali.
Ketiga, aspek keselamatan dan pengawasan tetap harus menjadi prioritas utama, melalui inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan.
Terakhir, optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital dalam mendukung pengambilan keputusan lintas sektor, agar seluruh stakeholder dapat merespons lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Mobilitas Warga dan Bencana
Masa libur Nataru 2025/2026 menurut Dudy merupakan momen Nataru yang tidak biasa. Pasalnya, di satu sisi pemerintah dan seluruh stakeholder transportasi harus melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional, namun di sisi lain juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan terbaik bagi saudara-saudara yang terdampak bencana.
“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra, perasaan empati, serta koordinasi lintas sektor yang lebih intensif. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan yang maksimal dari seluruh jajaran menjadi sangat penting dan bermakna bagi masyarakat,” ungkap Dudy.
Menhub Dudy juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak, mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BUMN, operator transportasi, asosiasi, dan seluruh petugas di lapangan, yang telah menyukseskan angkutan Nataru 2025/2026.
Terima kasih juga ia ucapkan kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi imbauan Pemerintah selama masa Nataru 2025/2026 serta kepada rekan-rekan media yang telah menyampaikan informasi secara luas dan berimbang kepada masyarakat.
“Pada tahun ini, beban kerja kita benar-benar berlapis. Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru, dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam mendukung penanganan bencana, sejak awal kejadian sampai masa-masa pemulihan yang panjang. Kerja kolektif bersama seluruh stakeholder inilah yang membuat Posko Nataru tetap berjalan dengan baik dan fungsi layanan transportasi nasional dapat tetap terjaga,” sebut Dudy.
Ia berharap semoga evaluasi dan pembelajaran pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026 dapat menjadi bekal bagi seluruh stakeholder untuk menyiapkan angkutan Lebaran tahun 2026. “Semoga angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, selamat, dan tertib,” tuturnya.
Turut hadir dalam acara penutupan Posko ini, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, para Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemenhub, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Dirut PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, BMKG, Basarnas, dan BUMN sektor transportasi. (Arry/Mar)











