- Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia, Presiden Prabowo: Fondasi Indonesia Makmur, Hemat Devisa Rp170 T
- Purnawirawan TNI AL Luncurkan Jalasena Maritime Studies dan Kantor Hukum Advokasi Maritim
- Gerakan Radin Inten Asri, Lanal Lampung Bersih-bersih Pantai Pasir Putih
- Menuju Pekan Olahraga Angkatan Laut 2026, Kontingen Seskoal Siap Berlaga
- KRI Terapang-648 dan KRI Keris-624 Koarmada II Punya Komandan Baru
- Lawan Illegal Fishing di Kepri, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru dan Dermaga
- Parade Surya Senja 2026 Perpaduan Kegagahan dan Kreativitas Seni, Tradisi Atraksi Taruna AAL
- IPC TPK Wujudkan Green Port, Fasilitasi Uji Emisi Gratis
- Gelar Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan, KKP Edukasi 30 Pelaku Usaha
- Terancam Punah, 21 Ekor Penyu Hijau Dilepasliarkan KKP ke Habitat Asli
Penyelundupan Pekerja Ilegal WNI dan WN Bangladesh Digagalkan Tim F1QR Lanal Dumai

Keterangan Gambar : Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai dan Satgas Gabungan Koarmada I berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan 24 orang WNA asal Bangladesh. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai dan Satgas Gabungan Koarmada I berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan 24 orang WNA asal Bangladesh. Para pekerja ilegal tersebut menggunakan sarana laut dengan tujuan Malaysia.
Upaya penyelundupan pekerja ilegal digagalkan aparat di Pesisir Pantai Pelintung, Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Sabtu (30/11/2024).
Baca Lainnya :
- Dor! Tim F1QR TNI AL Gagalkan Peredaran Narkoba Lewat Laut, Pelaku Dibekuk0
- Selundupkan Sangkar Ayam Isi 2,4 Kg Sabu dan 100 Ekstasi, Pemuda Dibekuk TNI AL di Pelabuhan0
- Dikejar Prajurit TNI AL, Penyelundup Buang 2,6 Kg Teh China Isi Shabu Ke Laut0
- Pelindo Gandeng Jamdatun Kejaksaan Agung, Bisnis Integritas Tinggi0
- Ini Jejak Karier Komjen Ahmad Dofiri, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1989 Diangkat Jadi Wakapolri0
Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (PM) Priatno, mewakili Komandan Lanal (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel saat memberikan keterangan pers di Mako Lanal Dumai pada hari Minggu (1/12), menjelaskan tim gabungan TNI AL berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan calon di Pesisir Pantai Pelintung Dumai.
Tim juga berhasil menangkap dua orang diduga pelaku Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), pria berinisial YN (43) warga Bangkinang dan BH (39) lelaki warga Dumai.
Kejadian berawal dari informasi terkait akan adanya penyeludupan calon PMI non-prosedural dan WNA dari Dumai ke Malaysia melalui Pesisir Pantai Pelintung. Setelah mendapat perintah dari Danlanal Dumai, tim yang dibagi menjadi dua (lait dan darat) segera bergegas menuju lokasi.
Tim laut bergerak menggunakan speed boat Patkamla Bengkalis dan tim darat bersama tim Satgas gabungan bergerak dari Posal Bengkalis menuju Pesisir Pantai Pelintung.
Sore harinya, tim darat mencurigai dan mengamankan YN, sopir mobil Xenia Hitam nopol B 1841 PIZ saat menurunkan penumpang di wilayah Pesisir Pantai Pelintung Kec. Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Kendaraan itu membawa 10 orang WNA Bangladesh diduga akan diselundupkan atau diseberangkan melalui laut ke Malaysia.
Tim darat segera melakukan pengembangan dan koordinasi ke tim laut yang melaksanakan penyekatan terhadap speed boat pengangkut/menjemput calon PMI dan WNA tersebut. Tim darat kemudian menyisir ke sekitar titik lokasi penurunan dan kembali.
Di lokasi ini tim kembali menemukan 17 orang calon pekerja asal Indonesia dan 14 orang WNA Bangladesh. Tim kemudian mengamankan seorang lelaki berinisial BH yang bertindak sebagai anak pantai (guide).
"Terhadap 2 orang terduga pelaku TPPM, kita serahkan ke Polres Dumai untuk proses hukum lebih lanjut, sementara 17 orang calon PMI serta 24 orang WNA asal Bangladesh diserahkan ke P4MI Dumai dan Imigrasi kelas I TPI Dumai untuk pendataan dan proses lebih lanjut,” pungkas Palaksa Lanal Dumai, Letkol Laut (PM) Priatno.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menerima segala informasi yang diterima, serta menindak tegas segala bentuk upaya tindak ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (Bow/Oryza)











