- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Ngeri! Rusuh Pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang Tewaskan 127 Orang

Keterangan Gambar : Kerusuhan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),MALANG : Dunia sepak bola Indonesia berduka menyusul terjadinya tragedi berdarah yang mrenggut 127 nyawa di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Dua di antara korban adalah polisi.
Kerusuhan pecah seusai pertandingan derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Peristiwa mengerikan ini terjadi dipicu kekalahan tim Singo Edan dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Laga ini digelar dalam rangkaian laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 ini.
Kerusuhan diawali dengan kemarahan suporter. Mereka lompat pagar pembatas lalu turun ke tengah lapangan. Aparat keamanan gabungan baik Polri maupun TNI kewalahan dalam mengamankan situasi yang tidak terduga tersebut. Tembakan gas air mata tidak membuat kerusuhan berhenti. Situasi bahkan semakin memanas.
Baca Lainnya :
- 7 Tahun Dipenjara, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Dibebaskan0
- Polda Kepulauan Riau & Masyarakat Bengkong Antisipasi Radikalisme dan Marak Curanmor0
- Bupati Pemalang Kena OTT KPK, 34 Orang Diangkut 0
- 179 Kg Kokain Senilai Rp1,2 Triliun Mengapung di Laut, Penyelundupan Digagalkan TNI AL0
- Naik Bus Gratis, Ribuan Pemudik Dilepas Kapolri di GBK Senayan0
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Alfinta dalam konferensi pers menjelaskan, korban meninggal dunia di dalam stadion serta di rumah sakit. Ada sekitar 180 orang korban luka yang masih dirawat di rumah sakit.
“Meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," jelas Nico Afinta dalam keterangan pers di Mapolres Malang. Dijelaskan Nico, sebanyak 34 orang meninggal dunia di stadion, sedangkan korban lainnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan penyebab banyaknya korban yang tewas, diperkirakan akibat terinjak-injak serta sesak nafas akibat gas air mata.
Irjen Nico Afinta mengungkapkan, penyebab para korban meninggal dunia diperkirakan terjadi karena penumpukan massa.
"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Nico.
Kerusuhan ini bukan hanya menelan korban jiwa yang sangat banyak, tapi juga kerusakan fisik termasuk kendaraan operasional polisi. Tercatat ada 13 mobil yang rusak maupun dibakar, 10 di antaranya adalah mobil dinas milik Polri seperti mobil patroli, truk Brimob, patwal, K9. Sedangkan 3 lainnya mobil pribadi. (Arry/Oriza)











