- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Ngeri! Rusuh Pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang Tewaskan 127 Orang

Keterangan Gambar : Kerusuhan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),MALANG : Dunia sepak bola Indonesia berduka menyusul terjadinya tragedi berdarah yang mrenggut 127 nyawa di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Dua di antara korban adalah polisi.
Kerusuhan pecah seusai pertandingan derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Peristiwa mengerikan ini terjadi dipicu kekalahan tim Singo Edan dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Laga ini digelar dalam rangkaian laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 ini.
Kerusuhan diawali dengan kemarahan suporter. Mereka lompat pagar pembatas lalu turun ke tengah lapangan. Aparat keamanan gabungan baik Polri maupun TNI kewalahan dalam mengamankan situasi yang tidak terduga tersebut. Tembakan gas air mata tidak membuat kerusuhan berhenti. Situasi bahkan semakin memanas.
Baca Lainnya :
- 7 Tahun Dipenjara, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Dibebaskan0
- Polda Kepulauan Riau & Masyarakat Bengkong Antisipasi Radikalisme dan Marak Curanmor0
- Bupati Pemalang Kena OTT KPK, 34 Orang Diangkut 0
- 179 Kg Kokain Senilai Rp1,2 Triliun Mengapung di Laut, Penyelundupan Digagalkan TNI AL0
- Naik Bus Gratis, Ribuan Pemudik Dilepas Kapolri di GBK Senayan0
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Alfinta dalam konferensi pers menjelaskan, korban meninggal dunia di dalam stadion serta di rumah sakit. Ada sekitar 180 orang korban luka yang masih dirawat di rumah sakit.
“Meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," jelas Nico Afinta dalam keterangan pers di Mapolres Malang. Dijelaskan Nico, sebanyak 34 orang meninggal dunia di stadion, sedangkan korban lainnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan penyebab banyaknya korban yang tewas, diperkirakan akibat terinjak-injak serta sesak nafas akibat gas air mata.
Irjen Nico Afinta mengungkapkan, penyebab para korban meninggal dunia diperkirakan terjadi karena penumpukan massa.
"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Nico.
Kerusuhan ini bukan hanya menelan korban jiwa yang sangat banyak, tapi juga kerusakan fisik termasuk kendaraan operasional polisi. Tercatat ada 13 mobil yang rusak maupun dibakar, 10 di antaranya adalah mobil dinas milik Polri seperti mobil patroli, truk Brimob, patwal, K9. Sedangkan 3 lainnya mobil pribadi. (Arry/Oriza)











