- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
- Kunjungi SMA Pesantren Unggul Al Bayan Sukabumi, Ini 5 Bekal Menaker untuk Generasi Muda
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas
- Diplomasi Indonesia Berhasil, Kuota Tangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Naik 25 Persen
- Ikan Lele dan Nila Hasil Budi Daya Tematik Diolah Jadi Produk Siap Masak
- Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Al-Azhar siap Sambut Ribuan Mahasiswa
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand
179 Kg Kokain Senilai Rp1,2 Triliun Mengapung di Laut, Penyelundupan Digagalkan TNI AL

Keterangan Gambar : Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono. Foto: Ist
Indonesiamaritime.com ( IMN) JAKARTA: Keberhasilan TNI AL dalam menggagalkan penyelundupan 179 kilogram kokain di perairan Selat Sunda, Banten, patut diacungi jempol. Kokain senilai Rp1,25 triliun itu diselundupkan dengan modus dilempar ke laut.
Upaya penyelundupan ini digagalkan oleh Kapal Patroli TNI AL, KAL Sanghiang un Perairan Selat Sunda, Banten, Minggu (8/5/2022).
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono kepada wartawan menjelaskan, Narkotika jenis kokain sebesar 179 kilogram dengan asumsi harga menurut BNN (Badan Narkotika Nasional) sekitar 5 sampai dengan 7 juta per gram, maka nilai total perkiraan adalah sekitar Rp1,25 triliun.
Baca Lainnya :
- Menhub: Alhamdulillah Pelaksanaan Mudik Berjalan Baik0
- Tol Cikampek dari Arah Jakarta Dibuka Kembali0
- Ini Instruksi Menhub Soal Kapal Navigasi Hadapi Arus Balik Lebaran0
- Hindari Horor Macet di Pelabuhan Bakauheni, Pemudik Diimbau Menyeberang Setelah 8 Mei0
- Arus Balik Lebaran 2022 Pelabuhan Bakauheni Membludak, Pelabuhan Panjang Mulai Diserbu1

TNI AL gagalkan penyelundupan kokain 179 kilogram.Foto: Ist
Heri menjelaskan, narkoba impor barang tersebut ditemukan oleh Tim Satgas di tengah laut di sekitar Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (8/5/2022), sekitar pukul 12.30 WIB. Tim Satgas mencurigai adanya barang berupa empat buah bungkusan plastik berwarna hitam yang mengapung di laut.
Selanjutnya, barang tersebut diangkut lalu dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten untuk dilakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Banten. Hasil pemeriksaan, barang tersebut ternyata kokain.
Dijelaskan Wakasal, temuan kokain mengapung di laut, diduga modus penyelundupan yang dilakukan oleh pelaku. Modusnya, melempar barang dengan pelampung di perairan untuk kemudian diambil oleh orang kaki tangan sindikat narkoba.
“Jadi mungkin di sekitar tersebut sudah ada mungkin perahu cepat atau orang-orang yang akan mengawasi pergerakan dari barang tersebut,” ungkapnya. Diduga para pelaku sudah mempelajari karateristik arus di selat tertentu.
“Kita bisa menghitung dan ada datanya bahwa di setiap perairan Indonesia ini ada data arus pasang surut, jam sekian dia akan keluar, jam sekian dia akan masuk dengan kecepatan sekian, sehingga dengan benda sekian jam diperkirakan posisi barang tersebut bisa diketahui,” tandas Ahmadi.
Diungkapkannya, penemuan narkoba dalam jumlah besar ini pertama kali bagi TNI AL. Tim Satgas yang menemukan kokain tersebut akan diberi penghargaan oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. TNI AL akan bekerjasama dengan BNN dan Polri agar tidak terjadi lagi penyeundupan narkoba. ( Rizki/Oriz)











