- TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang
- Alhamdulillah... 1.500 Guru Ngaji di Jakarta Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari BKPRMI DKI
- Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan
- Ekspor Kerapu ke AS Tunjukkan Trend Positif, Sertifikasi Mutu Perikanan Indonesia Kian Diakui
- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
Ini Instruksi Menhub Soal Kapal Navigasi Hadapi Arus Balik Lebaran

Keterangan Gambar : Kapal Ferry siap-siap muat kendaraan .Foto: Indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan kapal Navigasi dan KPLP, siaga di titik-titik perairan yang krusial saat arus balik Lebaran 2022. Tujuannya agar siap bila terjadi sesuatu.
Hal ini disampaikan Budi Karya, Sabtu (7/5/2022) atau H+4 Lebaran 2022 saat mengecek penanganan arus balik di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jateng.
“Kapal-kapal negara, kapal navigasi dan kapal KSOP bersiaga di semua tempat titik. Apakah di Madura, Selayar, Banjarmasin, Samarinda, Belawan. Semua teman-teman di navigasi dan KSOP siap mem-backup apabila terjadi sesuatu,” kata Budi Karya.
Baca Lainnya :
- Hindari Horor Macet di Pelabuhan Bakauheni, Pemudik Diimbau Menyeberang Setelah 8 Mei0
- Arus Balik Lebaran 2022 Pelabuhan Bakauheni Membludak, Pelabuhan Panjang Mulai Diserbu1
- Antre Berjam-jam di Pelabuhan Bakauheni, Sopir Truk Logistik Naik Darah2
- Kapal Sabuk Nusantara 91 Kandas, Begini Nasib 434 Penumpang0
- Ini Dia Jadwal dan Lokasi Penerapan Ganjil Genap Arus Balik Lebaran 20220
Dia menyebut pemerintah telah menyiapkan dengan cermat dan hati-hati, dalam rangka mengantisipasi lonjakan arus mudik maupun balik yang terjadi di angkutan laut.
Berdasarkan survei Balitbanghub, pada tahun ini sekitar 1,4 juta orang mudik menggunakan kapal laut. Kemenhub telah meminta operator pelayaran untuk mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang yang signifikan, dengan melakukan re-routing kapal-kapal ke daerah yang penumpangnya padat.
"Sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan kapal yang dapat membahayakan keselamatan," kata Menhub.
Sebelumnya, Menhub melepas rombongan arus balik Lebaran berangkat naik KM. Dharma Kartika VII tujuan Pontianak. "Saya hari ini gembira sekali bisa hadir di Pelabuhan Tanjung Mas, melepas masyarakat pada arus balik. Mereka ini akan kembali ke asalnya. Ada yang ke Pontianak sekitar 700 orang dan mereka bawa motor, mobil dan logistik,” kata Menhub. Menteri juga sempat berbincang-bincang dengan penumpang kapal.( Riz/ Oriz)











