- KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo & Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional
- Tilapia Tembus Pasar Eropa, Andalan Baru Produk Perikanan Indonesia
- Ayo Daftar! Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2 Mulai 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta Gratis
- IPC TPK Panjang Tambah QCC Post Panamax, Perbesar Kapasitas Bongkar Muat
- TNI AL Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Mentan dan Titiek Soeharto Janji Kawal Kesejahteraan Petani
- Kapal Perang Fregat Kerajaan Belanda HNLMS DE RUYTER F 804 Memasuki Indonesia
- Disambut Kasal, Panglima Angkatan Laut Belanda Kunjungan Kehormatan ke Mako Koarmada II
- Dukung Ketahanan Pangan, Lanal Lampung Panen Jagung di Pesawaran
- Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Presiden Prabowo: Ini Tonggak Bersejarah
- Tinggalkan Vietnam, KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran KJK 2026 ke China
KKP Gandeng Ancol Tingkatkan Kualitas Karbon Biru Pesisir Jakarta, Tanam Mangrove di Kamal Muara

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menanam mangrove di Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara, Jakarta Utara yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menanam mangrove di Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara, Jakarta Utara yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.
Kegiatan adalah komitmen KKP untuk terus menggalang sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas ekosistem karbon biru di pesisir Jakarta.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam keterangan resminya di Jakarta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pesisir. “Penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem karbon biru sekaligus melindungi wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim,” falam keterangan tertulis, Selasa (28/4).
Koswara menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Aksi lingkungan penanaman mangrove yang berlangsung baru-baru ini itu melibatkan puluhan sukarelawan dari KKP dan PT Pembangunan Jaya Ancol.
Kegiatan itu, sambung Koswara, menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo: Kesejahteraan Nelayan Diurus, Pertama Kali Dalam Sejarah RI0
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku0
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal0
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna0
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel0
Investasi Jangka Panjang
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ian Lubis menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. “Sebagai pelaku usaha di wilayah pesisir utara Jakarta, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam Kota Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan,” ungkap Ian Lubis.
Senada dengan itu, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris menekankan bahwa penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang. Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari pengelolaan mangrove berbasis masyarakat, seperti pengembangan ekowisata dan usaha produktif lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
“Hari ini kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi menanam masa depan. Mangrove berperan sebagai pelindung alami pantai sekaligus habitat penting bagi berbagai biota laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Penanaman dilakukan di kawasan seluas 67 hektare dengan jenis mangrove Rhizophora mucronata atau bakau merah/hitam yang dikenal adaptif dan memiliki nilai ekologis tinggi, terutama dalam menyerap karbon dan melindungi pesisir dari abrasi serta gelombang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Melalui kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, demi menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang. (Bow/Mar)











