- Terminal Petikemas Nilam Tambah E-RTG Baru, KSOP Utama Tanjung Perak Tinjau Kesiapan Operasional
- Misi Diplomasi Maritim, Satgas Port Visit 2026 Lanjut Berlayar Menuju Vanuatu
- Pelindo Regional 2 Banten Layani Bongkar Muat Gandum di Pelabuhan Ciwandan
- Kemenhub Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara
- Safety Training PELNI di Kapal Penumpang, Siap Hadapi Kondisi Darurat
- Penyelundupan 3 Ton Sianida Senilai Rp2,2 Miliar Asal Filipina Digagalkan TNI AL di Perairan Gorontalo
- 1.048 Ton Udang Impor Disita KKP, Diduga Langgar Aturan
- Dua Hari Hilang Saat Cari Kepiting, ABK KMN Rahmad Safaat Ditemukan Lemas di Pesisir Sungai
- Cegah IUU Fishing, KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan
- Upaya Penyelundupan Benih Bening Lobster Rp1,6 M di Bandara Juanda Digagalkan
KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Aceh. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), ACEH: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan rusak imbas banjir besar di Aceh beberapa waktu lalu. Kerusakan tingkatnya bervariasi, mulai ringan hingga sangat berat.
Kerusakan tersebut mengakibatkan lebih dari 30 ribu pembudidaya mengalami kerugian. Menteri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis (8/1/2026).
“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Zulkifli Hasan (Zulhas).
Baca Lainnya :
- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja0
- Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif0
- Boyolali Diproyeksi Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Bakal Siapkan Kolam Bioflok0
- Kontraktor Nakal Garap Proyek KNMP, Menteri Trenggono Tak Akan Tolerir0
- Stop Impor Garam, KKP Optimistis 2027 Indonesia Bisa Swasembada0
Selain di Pidie Jaya, Menko Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Jumat (9/1) juga meninjau lokasi budidaya perikanan terdampak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Utara.
Trenggono merinci, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak dengan luasan lebih dari 10 ribu hektare disusul Kabupaten Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).
Tambak-tambak rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas yang dikembangkan seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.
“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat” ungkap Menteri Trenggono.
Sebagai informasi, tambak rusak imbas banjir besar disertai longsor beberapa waktu lalu menimpa hampir seluruh wilayah Aceh. Tingkat kerusakan bervariasi bahkan sampai ada yang rata dengan tanah karena tergenang lumpur yang dibawa banjir. (Arry/Mar)











