- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
- PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung, Nataru 2025/2026 Kebutuhan Meningkat
- KKP: Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja
- Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, KRI Makassar-590 Angkut Alat Berat dari Kalimantan
- Bantuan Beras 1,2 Ton Diangkut Pesawat Udara TNI AL, Disalurkan ke Korban Bencana di Gayo Lues Aceh
- Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi
- Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif
- Jelajah Wisata Bangka Selatan, PWI Ajak Telusuri Jejak Sejarah dan Pesona Keindahan Bahari
- Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan
- Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Sulut, 9 Orang Meninggal, 5 Rumah Hilang
Layanan Mutu KKP Sudah Dilengkapi ISO, Ekspor Komoditas Perikanan 2026 Optimistis Tumbuh Positif

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka awal tahun 2026 dengan meraih sertifikat ISO (International Standardization Organization) untuk ruang lingkup sertifikasi mutu perikanan dan layanan laboratorium penguji mutu hasil perikanan. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka awal tahun 2026 dengan meraih sertifikat ISO (International Standardization Organization) untuk ruang lingkup sertifikasi mutu perikanan dan layanan laboratorium penguji mutu hasil perikanan.
Sertifikasi yang baru diperoleh yakni ISO 9001:2015 yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dunia QAI (Quality Assurance International).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini. "Per 1 Januari 2026 seluruh UPT kami yang berjumlah 46 telah bersertifikasi ISO 9001:2015 di tiap - tiap provinsi di Indonesia dan siap melayani sertifikasi mutu untuk ekspor maupun uji mutu ikan sebagai jaminan keamanan konsumen,” jelas Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Ishartini mengatakan, perolehan sertifikat ISO tersebut menambah kesiapan KKP mengawal kelancaran ekspor hasil perikanan di tahun 2026. Sepanjang tahun 2025, produk perikanan Indonesia telah menjangkau 147 negara meningkat dari tahun sebelumnya di 140 negara.
Sedangkan dari sisi nilai, ekspor komoditas perikanan dari Januari sampai Oktober 2025 mencapai US$5,07 miliar, yang berarti naik 5,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Sertifikat ISO 9001:2015 yang berhasil diraih Badan Mutu KKP ini meliputi berbagai sertifikasi di antaranya penerbitan SKP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan) sebagai prasyarat (prerequisite) mengurus sertifikasi ekspor ikan, SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan), HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan pengujian mutu produk perikanan,” tandas Ishartini.
Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa quality assurance yang diterapkan KKP di sepanjang rantai produksi perikanan hulu - hilir untuk memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas, aman serta memperkuat daya saing, keberterimaan dan menjadi champion di pasar global. (Arry/Mar)











