- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Siapkan Layanan Terbaik
- Setahun Danantara Indonesia, PELNI Salurkan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Maluku
- Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 2 Banten Siapkan Pelabuhan Ciwandan Layani Pemudik
- Dilepas Kasal, Ratusan Peserta Pesantren Kilat Ramadhan 2026 Berlayar Naik KRI Semarang-594
- Ketika Pelaksanaan Bongkar Muat di Pelabuhan Tak Sesuai Perencanaan Teknologi Operasi Kembaran Digital Super Cerdas Hadir Menyelesaikan
- Arus Mudik Lebaran 2026, Pelindo Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral
Menhub Gandeng Saudi Arlines Buka Penerbangan ke 10 Destinasi Wisata di Indonesia

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.Foto.Dok Humas Kemengub
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)ARAB SAUDI: Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi melawat ke Arab Saudi guna menjajaki kerjasama bilateral. Salah satu kerjasama kedua negara adalah di sektor penerbangan ke daerah pariwisata.
Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan dengan para pejabat Arab Saudi di Mekkah, Jeddah dan Riyadh, Minggu (18/12). Dalam pertemuan itu
Menhub Budi Karya mengatakan, kerjasama bilateral kedua negara di sektor penerbangan sudah terjalin sejak 15 Desember 1988, lewat penandatanganan perjanjian hubungan udara RI – Arab Saudi.
Baca Lainnya :
- Indonesia Tawarkan Kerjasama Penerbangan Haji dan Umroh Lewat Bandara Kertajati0
- Waduh! 25 Turis Kecebur ke Laut Gegara Jembatan Dermaga Nusa Penida Bali Roboh, Kemenhub Minta Maaf0
- Empat Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati November 2022 Dibuka0
- Kijing Didorong Melangkah ke Pasar Dunia, & Untuk Meningkatkan Pemasukan Negara0
- Produktivitas Pelabuhan Kuala Tanjung, 10 Pabrik Bakal Dibangun di KEK Sei Mangkei0
Setelah itu dilanjutkan dengan MoU yang mengatur hak-hak angkutan udara pada tahun 2017. Indonesia membuka penerbangan penumpang dan kargo di sejumlah bandara di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Solo, Balikpapan dan Palembang.
Sementara, Arab Saudi membuka penerbangan penumpang dan kargo di sejumlah bandara di Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, dan Taif.
Sebelum pandemi, maskapai dari Arab Saudi yaitu Saudi Airlines telah melakukan penerbangan ke sejumlah bandara di Indonesia yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda Surabaya, dan Kualanamu Medan.
Namun sejak pandemi Arab Saudi hanya melakukan penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan maskapai Indonesia juga telah melakukan penerbangan ke Arab Saudi yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
DESTINASI WISATA
Menhub Budi Karya mengungkapkan pihak Arab Saudi menyampaikan beberapa keinginan. Mereka menginginkan untuk menambah slot penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta.
Selain itu, Arab Saudi juga ingin melayani penerbangan ke Denpasar, Bali dan Surabaya serta dibukanya poin ke Yogyakarta. "Tentu ini menjadi peluang yang baik bagi pemulihan industri penerbangan, pariwisata, maupun penyelenggaraan haji dan umroh,” ungkap Budi Karya.
Merespon hal tersebut, Menhub meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk membahas secara detail dan teknis dengan Dirjen Perhubungan Udara Arab Saudi (GACA), menyesuaikan dengan perjanjian bilateral yang berlaku.
“Kami juga berkeinginan agar Pemerintah Arab Saudi membuka hak angkut kelima untuk Indonesia, agar maskapai Indonesia dapat membuka paket wisata dengan umrah,” sambung Menhub Budi Karya.
Menhub juga mengajak pimpinan Saudi Airlines untuk melayani penerbangan ke 10 destinasi wisata prioritas seperti: Danau Toba, Tanjung Kelayang, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Wakatobi, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, Kepulauan Seribu, dan Tanjung Lesung.
Selqin itu maskapai Saudi juga dapat beroperasi secara langsung melalui perjanjian bilateral layanan angkutan udara yang ada, atau melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan Indonesia. (Fat/Oryza)











