Mengenal Subholding Pelindo Jasa Maritim, Punya 8 Anak Usaha dan 3 Cucu

By Indonesia Maritime News 06 Des 2023, 20:23:00 WIB Pelabuhan
Mengenal Subholding Pelindo Jasa Maritim, Punya 8 Anak Usaha dan 3 Cucu

Keterangan Gambar : Armada layanan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM). Foto: SPJM



Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR:  Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), satu dari 4 subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi 4 BUMN pelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

PT Pelindo Jasa Maritim mengelola lima klaster bisnis, yaitu layanan marine, layanan peralatan pelabuhan, layanan galangan, pengerukan (dredging solution), dan penyedia jasa utilitas kepelabuhanan.

Wilayah operasional SPJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke. Bukan hanya melayani internal Pelindo, namun SPJM juga terbuka untuk kerja sama dan bersinergi dalam dukungan layanan dengan mitra strategis baik untuk entitas domestik maupun luar negeri.

Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar menjelaskan, sebelumnya layanan SPJM dibagi dalam 3 klaster dan disebut MEPS atau singkatan dari Marine, Equipment, dan Port Services.

Baca Lainnya :

"Seiring waktu pengembangan dari 3 layanan ini kami bagi menjadi 5 klaster, dimana saat ini hingga tahun depan, proses pemurnian bisnis anak dan cucu usaha SPJM masih terus berproses," jelas Patrick dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12/2023).

SPJM saat ini mengelola 8 anak perusahaan yaitu:
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk.,
- PT Pelindo Marine Service, PT Equiport Inti Indonesia
- PT Jasa Peralatan Pelabuhan,
- PT Energi Pelabuhan Indonesia
- PT Pengerukan Indonesia
- PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), dan
- PT Lamong Energi Indonesia.

SPJM juga memiliki 3 cucu perusahaan yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT Berkah Multi Cargo, dan PT Pelindo Energi Logistik.

“Saat ini SPJM memiliki 8 anak usaha di 5 klaster yang ada. Dua dari anak usaha ini baru bergabung di tahun 2023, yaitu BIMA yang bergabung pada 3 Oktober, dan LEGI yang bergabung pada 1 November, “ papar Patrick.

Dengan keberagaman segmen bisnisnya, SPJM Group dapat menyediakan integrated one stop service bagi pengguna jasanya. Layanan juga dapat dibuat dengan menyesesuaikan kebutuhan pengguna jasa sehingga dapat memberikan pengalaman yang terbaik bagi mereka.

Sebagaimana diketahui, penggabungan BUMN Pelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dilakukan untuk mewujudkan tiga tujuan utama di tingkat negara (pemerintah), ekosistem dan Pelindo sendiri.

Ketiga tujuan itu adalah untuk meningkatkan konektivitas dan standardisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik terintegrasi, dan keunggulan operasional, komersial, dan keuangan. Hal ini berhubungan erat dengan efisiensi supply chain maritime di Indonesia. (Riz/Oryza)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook