- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Lumpuhkan Musuh, Prajurit TNI AL dan USMC Berhasil Kuasai Pantai Banongan

Keterangan Gambar : Prajurit Marinir TNI AL dan US Marine Corps (USMC) berhasil menguasai Pantai Banongan di Jawa Timur. Foto: Dispen AL
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: Prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan US Marine Corps (USMC) berhasil menguasai Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Satgas melaksanakan penyerbuan dan melumpuhkan musuh yang menduduki daerah tersebut.
Prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness And Training (Latma CARAT) 2022 berhasil menguasai Pantai Banongan, Senin (19/12) dengan melaksanakan penyerbuan dan melumpuhkan musuh.
Sebelum melaksanakan penyerbuan dan menguasai pantai yang merupakan skenario dari tahap Sea Phase dan seri Amphibiex (operasi pendaratan pasukan amfibi) Latma CARAT 2022 antara TNI Angkatan Laut dengan US Navy dan US Marine Corps, KRI R.E. Martadinata-331, KRI Diponegoro-365 serta KRI Abdul Halim Perdakusuma-355 memberikan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) menggunakan meriam 76 mm dengan sasaran tembak berjenis Killer Tomato.
Baca Lainnya :
- Kapolri Jamin Turnamen Piala AFF 2022, Tidak Ada Gas Air Mata dan Senpi0
- Jangan Lupa, 9 Ruas Tol ini Gratis Saat Libur Natal dan Tahun Baru 0
- Wartawan Bisnis Indonesia Ditusuk Begal, Kapolda Metro Jaya Beri Atensi 0
- Siap-siap, Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Wajib Pakai KTP, Ini Alasan Pertamina0
- Libur Nataru Waspadai Cuaca Ekstrem Penyeberangan Kapal, Begini Langkah Antisipasi ASDP 0
Kemudian kendaraan tempur 3 unit LVT-7A serta 3 unit BMP-3F keluar dari rampa KRI Surabaya-591 dan KRI Teluk Palu-523 serta 3 unit Light Armored Vehicle (LAV) 25, 2 unit Landing Craft Air Cushion (LCAC) dan 1 unit Joint Light Tactical Vehicle (JLTV) yang diterjunkan USMC, bergerak membentuk formasi untuk menumbur pantai pendaratan mendaratkan pasukan Infanteri. Guna memperbesar kemenangan dan memporak-porandakan kekuatan musuh, personel Marinir memberikan bantuan tembakan Meriam How 105.
Selain pendaratan pasukan amfibi, kapal perang dari kedua negara tersebut juga telah melaksanakan serial latihannya antara lain Night Steaming in Company (NSIC), CASEX E-4 ASW Action Against Bottomed Submarine or Target, MISCEX 804-SAREX, Escort Unit Proceed to Anchorage Point, Air Defence Exercise (ADEX), Gunnery Exercise (GUNNEX), Photo Exercise (PHOTEX), TACPUBEX (MXP: Tactical Signal Communication), Flag Exercise (FLAGEX), Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEX) serta Flash Exercise (FLASHEX).
KERJA SAMA MILITER
Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Latma CARAT) 2022 yang melibatkan personel militer dari Amerika Serikat ini, merupakan forum kerja sama militer antar Indonesia dan Amerika Serikat (military to military) yang dilaksanakan tiap tahun sekali.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat melalui penyelenggaraan Latma CARAT. Kegiatan ini memiliki manfaat dan tujuan sangat penting guna mendukung tugas kedepannya. Sehingga kehadiran dan peran TNI AL di wilayah kawasan Asia Tenggara menghasilkan interoperabilitas dan kerja sama dengan US Navy dalam mewujudkan keamanan maritim di wilayah kawasan kedua negara.
Latihan Bersama yang dilaksanakan ini merupakan wujud implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Tujuannya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AL yang unggul dan profesional, serta sangat penting dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AL.
Hal ini sebagai implementasi Prioritas Kasal dalam menghadapi segala ancaman dengan membangun sistem pembinaan kekuatan melalui kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi. (Arry/ Oryza)











