- Diskon Tiket PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
- Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak Bali, Tak Kuat Bertahan Hidup
- Penyelundupan 10,9 Ton Pasir dan Balok Timah Rp1,7 M Dibongkar TNI AL di Jakarta Utara
- Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia digagalkan Kodaeral IV di Perairan Karimun
- GM Pelindo Regional 2 Panjang: Tren Operasional Semester I Tahun 2026 Positif, Optimistis Kinerja Tumbuh Hingga Akhir Tahun
- Buntut Ucapan Lu Punya Otak Nggak, PWI Seret Hotman Paris ke Jalur Hukum
- Sentil Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat: Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Dikejar TNI AL, Mafia Internasional Buang Tas Isi Liqiuid Vape Yakuza ke Laut
- Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket ke Nelayan
- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
Siap-siap, Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Wajib Pakai KTP, Ini Alasan Pertamina

Keterangan Gambar : Foto:. dok. Pertamina
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), JAKARTA: Mulai tahun 2023, warga yang mau membeli gas elpiji 3 Kg wajib membawa KTP. Uji coba kebijakan tersebut telah dilakukan di 5 kecamatan di wilayah Tangerang (Banten), Semarang (Jateng), Batam (Riau), dan Mataram (NTB).
Uji coba tersebut berlangsung di pangkalan resmi Pertamina untuk pembelian gas 3 Kg. Aturan ini akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia mulai 2023.
Baca Lainnya :
- Libur Nataru Waspadai Cuaca Ekstrem Penyeberangan Kapal, Begini Langkah Antisipasi ASDP 0
- TNI AL Berangkatkan Armada Kapal Perang, Latma Carat 2022 Bersama Tentara Amerika0
- Sertijab Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono: Saya Akan Konsisten Lanjutkan Program Jenderal Andika0
- Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Telan Korban 2 Nyawa WN China, Kemenhub dan Polri Investigasi 0
- Kenangan Natuna Jenderal Yudo0
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, alasan penggunaan KTP bagi pembelian gas 3 Kg tujuannya untuk mensinkronkan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Menurut dia, Nantinya, data P3KE akan diinput ke dalam web Subsidi Tepat milik Pertamina. Masyarakat tidak perlu mendownload aplikasi ataupun QR Code. Membeli (LPG 3 kg) seperti biasa, cukup tunjukkan KTP-nya.
Proses tersebut memang butuh waktu dan sosialisasi ke masyarakat. Namun, menurut Irto hal tersebut dilakukan agar subsidi bisa benar-benar tepat sasaran.
"Bila datanya sudah ada dalam P3KE, nanti pada saat pembelian hanya mencocokkan saja. Bila memang belum terdaftar, maka datanya akan diupdate dalam sistem," kata Irto.
Menurutnya, selama ini proses uji coba pendataan yang berlangsung masih menggunakan pencatatan manual, dibantu dengan log book di masing-masing pangkalan. Harapannya, proses digitalisasi data pembelian bisa cepat rampung.
Seperti diketahui, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah akan akan menguji coba pembatasan pembelian LPG 3 Kg secara nasional mulai 2023. Pemerintah akan menggunakan data P3KE untuk diintegrasikan ke aplikasi MyPertamina secara bertahap. (Fat/ Oryza)











