- 6 Pati TNI AL Berganti Jabatan
- Hari Lingkungan Hidup, PELNI Gelar Penghijauan dan Daur Ulang Limbah
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL Tiba di Busan, Bawa Misi Diplomasi Maritim Indonesia
- KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
- KKP Sergap Kapal Asing MV Silver Island, Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
- Jelang Libur Sekolah 2026 Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate
- Amanah Jabatan dan Rasa Malu
- Dermaga Penajam Direhabilitasi, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman dan Optimal
- PELNI Raih 7 Sertifikat ISO Terintegrasi, Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional
- Asyik.. PELNI Diskon Tiket Lagi, Sambut Liburan Sekolah 2026
Lantik Menkominfo Baru, ini Perintah Presiden Joko Widodo Soal Proyek BTS

Keterangan Gambar : Presiden Jokowi memberi keterangan usai melantik Menkominfo dan 5 wamen. Foto: Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Presiden Joko Widodo baru saja melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Presiden meminta pejabat baru bisa langsung bekerja dengan cepat utamanya untuk menyelesaikan proyek base transceiver station (BTS).
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam keterangannya selepas melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023).
“Kita ini hanya punya waktu yang sangat pendek, 1,5 tahun kurang, sehingga saya ingin yang pertama di Kominfo penyelesaian BTS itu harus diutamakan. Penyelesaian hukum silakan berjalan, kita hormati proses hukum, tetapi penyelesaian BTS-nya juga harus tetap berjalan,” ujar Presiden Jokowi.
Baca Lainnya :
- Wapres Saksikan,Kitorang Melihat Terang, di Papua0
- Multilateral PALS 2023 Komandan Pasukan Amfibi 24 Negara Kumpul di Bali, Bahas Apa ?0
- Sidang IMO MEPC 80 di London, Indonesia Soroti Emisi Gas Rumah Kaca Industri Pelayaran0
- Satgas MTF Peringati Hari Korps Hukum TNI AL di Tengah Misi Perdamaian PBB0
- TNI AL dan Angkatan Laut Prancis Bangun Stabilitas Keamanan Indo-Pasific0
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian BTS karena hal tersebut menyangkut pelayanan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terdepan dan tertinggal. Presiden Jokowi tidak ingin proyek tersebut terbengkalai.
“Jangan sampai kita sudah ada peristiwa hukum, BTS-nya juga terbengkalai. Ini juga yang saya enggak mau. Tugas beratnya di situ,” tambah Jokowi.
Kepala negara juga mengatakan, saat ini kecepatan perubahan dunia sangat ditentukan oleh infrastruktur teknologi dan komunikasi (ICT). Oleh sebab itu, pemerintah memperkuat Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan posisi wakil menteri (wamen).
“Kita perkuat dengan wamen agar yang berkaitan dengan kedaulatan data, yang berkaitan dengan artificial intelligence, yang berkaitan dengan frekuensi, yang berkaitan dengan satelit semuanya bisa segera dirampungkan dan dituntaskan. Dan juga akan kita bantu lagi dengan satgas. Ya memang kita waktunya sangat mepet sekali. Ada satgasnya juga nanti,” ujar Jokowi.
Untuk mengisi posisi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Presiden Jokowi melantik Nezar Patria. Menurut Presiden, Nezar Patria merupakan sosok yang berpengalaman dalam bidang media.
“Pak Nezar ini kan pengalaman di media, pernah di pemred Jakarta Post, pernah di Dewan Pers, pernah di BUMN, saya kira akan sangat membantu sekali Pak Menteri Budi Arie,” tandas Jokowi.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi melantik 1 menteri dan 5 wamen masing-masing:
1. Menkominfo Budi Arie
2. Wamenkominfo Nezar Patria
3. Wamendes Prof Paiman Raharjo
4. Wamenlu Pahala Mansury
5. Wamen BUMN Rosan Roeslani
6. Wamenag Saiful R Dasuki
Sementara itu Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan menjalankan apa yang menjadi visi misi Presiden, termasuk arahan soal percepatan penyelesaian BTS.
“Tadi Pak Presiden sudah sampaikan kan bahwa BTS harus lanjut. Itu artinya apa? Bandwidth untuk rakyat harus kita pastikan,” kata Budi. (Arry/Oryza)











