- Kemenhub: Utamakan Penyelamatan Penumpang, Kebakaran Ditangani Terkoordinasi
- Ini Penjelasan ASDP, Seluruh Penumpang dan Awak Kapal KMP Batumandi berhasil Dievakuasi
- Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Berlayar ke Pulau 3T Papua Barat Daya
- Makan Bareng, Potret Kedekatan Masyarakat Kepulauan Solomon dengan Satgas Port Visit 2026
- Bareskrim Bongkar jaringan Internasional Penyelundupan 12 Boks Benih Bening Lobster, Nilainya Rp5,8 Miliar
- Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Jumlah Alumni Terserap di Pasar Kerja
- Tangkapan TNI AL di Lampung, Ribuan Cartridge Liquid Vape Yakuza dan Batman Dimusnahkan
- Marinir Indonesia dan Militer Australia Sama-sama Asah Kemampuan Tempur
- KRI SIM-367 dan 3 Kapal Perang Australian Defence Force Uji Ketangguhan di Bali
- Catat, KM Dorolonda Mulai Layani Pelabuhan Donggala 31 Oktober 2026
Lantik Menkominfo Baru, ini Perintah Presiden Joko Widodo Soal Proyek BTS

Keterangan Gambar : Presiden Jokowi memberi keterangan usai melantik Menkominfo dan 5 wamen. Foto: Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Presiden Joko Widodo baru saja melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Presiden meminta pejabat baru bisa langsung bekerja dengan cepat utamanya untuk menyelesaikan proyek base transceiver station (BTS).
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam keterangannya selepas melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023).
“Kita ini hanya punya waktu yang sangat pendek, 1,5 tahun kurang, sehingga saya ingin yang pertama di Kominfo penyelesaian BTS itu harus diutamakan. Penyelesaian hukum silakan berjalan, kita hormati proses hukum, tetapi penyelesaian BTS-nya juga harus tetap berjalan,” ujar Presiden Jokowi.
Baca Lainnya :
- Wapres Saksikan,Kitorang Melihat Terang, di Papua0
- Multilateral PALS 2023 Komandan Pasukan Amfibi 24 Negara Kumpul di Bali, Bahas Apa ?0
- Sidang IMO MEPC 80 di London, Indonesia Soroti Emisi Gas Rumah Kaca Industri Pelayaran0
- Satgas MTF Peringati Hari Korps Hukum TNI AL di Tengah Misi Perdamaian PBB0
- TNI AL dan Angkatan Laut Prancis Bangun Stabilitas Keamanan Indo-Pasific0
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian BTS karena hal tersebut menyangkut pelayanan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terdepan dan tertinggal. Presiden Jokowi tidak ingin proyek tersebut terbengkalai.
“Jangan sampai kita sudah ada peristiwa hukum, BTS-nya juga terbengkalai. Ini juga yang saya enggak mau. Tugas beratnya di situ,” tambah Jokowi.
Kepala negara juga mengatakan, saat ini kecepatan perubahan dunia sangat ditentukan oleh infrastruktur teknologi dan komunikasi (ICT). Oleh sebab itu, pemerintah memperkuat Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan posisi wakil menteri (wamen).
“Kita perkuat dengan wamen agar yang berkaitan dengan kedaulatan data, yang berkaitan dengan artificial intelligence, yang berkaitan dengan frekuensi, yang berkaitan dengan satelit semuanya bisa segera dirampungkan dan dituntaskan. Dan juga akan kita bantu lagi dengan satgas. Ya memang kita waktunya sangat mepet sekali. Ada satgasnya juga nanti,” ujar Jokowi.
Untuk mengisi posisi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Presiden Jokowi melantik Nezar Patria. Menurut Presiden, Nezar Patria merupakan sosok yang berpengalaman dalam bidang media.
“Pak Nezar ini kan pengalaman di media, pernah di pemred Jakarta Post, pernah di Dewan Pers, pernah di BUMN, saya kira akan sangat membantu sekali Pak Menteri Budi Arie,” tandas Jokowi.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi melantik 1 menteri dan 5 wamen masing-masing:
1. Menkominfo Budi Arie
2. Wamenkominfo Nezar Patria
3. Wamendes Prof Paiman Raharjo
4. Wamenlu Pahala Mansury
5. Wamen BUMN Rosan Roeslani
6. Wamenag Saiful R Dasuki
Sementara itu Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan menjalankan apa yang menjadi visi misi Presiden, termasuk arahan soal percepatan penyelesaian BTS.
“Tadi Pak Presiden sudah sampaikan kan bahwa BTS harus lanjut. Itu artinya apa? Bandwidth untuk rakyat harus kita pastikan,” kata Budi. (Arry/Oryza)











