Kementan Minta Waktu Bongkar Beras Impor Dipercepat, Dirut Pelindo Bilang Begini

By Indonesia Maritime News 11 Okt 2023, 09:35:21 WIB Logistik
Kementan Minta Waktu Bongkar Beras Impor Dipercepat, Dirut Pelindo Bilang Begini

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo Arif Suhartono .Foto: Dok.Pelindo



Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pelaksana Tugas (Plt)  Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi yang meminta waktu pembongkaran kapal yang mengangkut beras impor dipercepat. Lalu apa respons Dirut Pelindo Arif Suhartono ?

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo Arif Suhartono mengatakan bahwa soal bongkar muat yang dilakukan PT Pelindo adalah memindahkan dari atas kapal ke bawah. Namun perlu digarisbawahi, bahwa pembongkaran juga tergantung dengan waktu beroperasinya tempat penyimpanan di gudang.

“Maka dari itu kami juga siap bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan juga Perum Bulog, untuk memastikan bahwa yang namanya gudang juga harus beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu,” kata Arif di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Baca Lainnya :

Dengan demikian, komunikasi yang baik antara perseroan dengan pihak terkait harus dilakukan. Namun, yang penting adalah PT Pelindo selalu beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Arif juga meminta agar gudang beroperasi dengan waktu serupa.

“Kira-kira begitu. Mestinya (bisa lebih cepat) seperti itu kan kadang-kadang Pelindo beroperasi mungkin gudang ada tutupnya jadi harus bareng,” sambung Arif.

Sepertibdiketahui, Plt Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan untuk 270 ton beras sekali shipment atau pengapalan, membutuhkan waktu bongkar hingga 6 hari. Arief mengatakan sudah meminta ke Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Direktur Utama PT Pelindo untuk siapkan ekstra waktu dalam membongkar kapal secepatnya.

“Sehingga unload kapal itu secepatnya akan 8 port yang ada di Indonesia mulai dari atas bawah semua sampai ke Indonesia timur,” ucap Arief.

Dikatakannya, pemerintah telah sepakat membuka kembali keran impor beras dan menambah lagi beras impor sebanyak 1,5 juta ton. Ini dilakukan karena produksi beras di dalam negeri turun akibat fenomena kekeringan El Nino.

Arief yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional atau Bapanas, mengatakan keputusan impor sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Izin impor beras ini, kata dia, juga sudah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. (Arry/Oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook