- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok
- Optimisme Masyarakat, Kabupaten Garut Utara Segera Menjadi Prioritas Nasional Otonomi Daerah
- Libur Panjang Aman & Lancar, ASDP Menyeberangkan 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan
- KM Tri Samudra Jaya 69 terbakar, Pos Binpotmar TNI AL Turun Tangan
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
- 8 UPI Izin Register, KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China
Kemenhub Dukung Konektivitas Transportasi Destinasi Pariwisata Nasional

Keterangan Gambar : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana, Selasa (14/10/2025). Menhub berkomitmen akan mendukung konektivitas transportasi destinasi wisata. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan terus memberikan dukungan peningkatan konektivitas dan aksesibilitas transportasi untuk menunjang daerah destinasi pariwisata nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana, Selasa (14/10/2025).
Dalam pertemuan ini, Dudy dan Menpar Widiyanthi membahas konektivitas sebagai kunci akselerasi pertumbuhan pariwisata. Keduanya sepakat bahwa akses transportasi yang memadai akan menjadikan destinasi wisata berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional.
Baca Lainnya :
- Dirjenhubla:TKBM Tulang Punggung Logistik Nasional Harus Mendapatkan Perhatian Serius0
- Ramah Lingkungan & Tingkatkan Layanan, Petikemas TPK Koja Tumbuh 1,53% Optimistis Capai 1 Juta TEUs 0
- Wonderful Kepri Start Fun Fishing, Kembangkan Sektor Maritim dan Wisata Bahari0
- ASDP Dorong Pariwisata Kepulauan Bintan, Segini Tarif Lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban0
- Pelindo Sukseskan MotoGP Mandalika 2025 Pastikan Pelabuhan Lembar Lancar, Aman dan Efisien0
"Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan konektivitas dan infrastruktur transportasi. Kami akan terus memperkuat akses ke destinasi wisata agar perjalanan wisatawan lebih mudah, aman, dan nyaman," ujar Menhub.
Menpar Widiyanthi meminta dukungan Kemenhub, di antaranya untuk membuka rute penerbangan ke destinasi wisata prioritas dan regeneratif, baik penerbangan domestik, maupun internasional. Ia mengusulkan rute penerbangan langsung bandara Yogyakarta dari dan menuju sejumlah kota di China, Korea, Jepang, Australia, dan India.
Widiyanthi juga mengusulkan pembukaan rute penerbangan Silangit dari dan menuju Singapura dan Kuala Lumpur. Rute lainnya yang diusulkan adalah rute Lombok - Sidney, Labuan Bajo - Melbourne / Perth, Belitung Kuala Lumpur, Belitung - Singapura, Manado - Manila, serta Surabaya - Guangzhou dan Shanghai.
"Akses penerbangan internasional ini penting mengingat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tengah bertumbuh pesat. Namun, dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, posisi Indonesia masih kurang optimal. Oleh karena itu, perlu kita optimalkan lagi," tutur Widiyanthi.
Jumlah Kunjungan Naik
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada periode Januari hingga Juni 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 7,05 juta kunjungan. Jumlah ini naik 9,44% dari kunjungan pada periode yang sama di tahun 2024, yakni sebesar 6,44 juta kunjungan. Namun, angka ini masih berada di posisi ke-5 Asean, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
"Kami mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Kementerian Perhubungan dalam mendukung pariwisata nasional, khususnya dalam hal perluasan akses bandara internasional yang telah dilakukan. Harapannya, ini dapat memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia," tutur Menpar Widiyanthi.
Ia juga meminta dukungan Kemenhub dalam hal akselerasi pengembangan wisata bahari di Indonesia. Dukungan yang dibutuhkan yakni dalam hal perizinan angkutan laut pariwisata dan peningkatan standar, prosedur dan pengawasan keselamatan transportasi laut. (Arry/Oryza)











