- Pelindo Multi Terminal Group Catat Trafik Livestock Tumbuh 6,7 Persen
- Hadapi Lonjakan Libur Panjang Nasional ASDP Perkuat Empat Pelabuhan Strategis, One Gate System Diberlakukan
- Bareskrim Polri Hentikan Sepak Terjang 4 WN China Kasus Tambang Ilegal di Papua, Pelaku Diringkus
- KRI Bima Suci Sandar di Shanghai China, Taruna AAL dan Genderang Suling Bakal Unjuk Kebolehan
- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
Kemenhub dan Kemdagri Pulangkan Jenazah ABK Kapal MV Hompu 1 dari Peru

Keterangan Gambar : Jenazah Ahmad Rifai, ABK Indonesia yang meninggal dunia di Peru dipulangkan dengan difasilitasi Kemenhub dan Kemdagri. Foto: Dijen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sebagai bentuk perlindungan hak pelaut, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Luar Negeri pada tanggal 2 Mei 2024, memfasilitasi pemulangan jenazah pelaut Indonesia yang meninggal di luar negeri.
Crew ABK (Anak Buah Kapal) tersebut, Ahmad Rifai, bekerja di Kapal MV Hompu 1 yang beroperasi di Lima, Peru. Pemerintah Indonesia membantu penuh pemulangan jenazah Rifai.
Baca Lainnya :
- Komisi VI DPR Minta Kapal Ikan Non-Tuna di Pelabuhan Benoa Direlokasi, Ini Alasannya0
- Kolaborasi Stakeholder Kunci Strategis Majukan Maritim0
- Pemeriksaan dan Sertifikasi Kapal Berbendera Indonesia, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi0
- Transportasi Laut, Kunci Wujudkan Konektivitas Wilayah Timur Indonesia0
- Posko Angkutan Laut Lebaran 2024 Berakhir, Kolaborasi Lintas Sektoral Diapresiasi0
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Hartanto, mengungkapkan almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Clinica Auna Bellavista Callao Peru pada 6 April 2024 silam.
"Tanggal 29 April 2024, pemulangan jenazah dari Lima Peru sudah mulai dilakukan. Setelah melalui proses yang panjang, jenazah akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 2 Mei 2024 dan kemudian langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Majalengka," ungkap Hartanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5/2024).
Berdasarkan surat keterangan kematian yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar RI di Lima, Peru, diketahui bahwa almarhum meninggal dunia akibat menderita Sindrom Guillain-Barre.
Selain memfasilitasi pemulangan jenazah, Kementerian Perhubungan juga akan mengawal proses pemenuhan hak almarhum untuk keluarga yang ditinggalkan, termasuk penyerahan asuransi. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras dari seluruh pihak yaitu Kementerian Luar Negeri, dan AP2I.
"Penyerahan hak tersebut nantinya akan dilakukan di kantor pusat Kementerian Perhubungan, akan diterima oleh perwakilan keluarga," jelas Hartanto.
Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," tutup Hartanto.
Sebagai informasi, pemulangan jenazah ABK dikawal oleh Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (AP2I), Perusahaan Keagenan awak kapal yang memiliki SIUPPAK, dan Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia. (ARRY/Oryza)











