- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
Kasal Resmikan 2 Kapal Perang Baru Pemburu Ranjau, Ini Spesifikasinya

Keterangan Gambar : Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan 2 kapal perang baru di Koarmada II, Surabaya. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan dua KRI terbaru, Senin (14/8/2023) di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur. Armada baru ini merealisasikan program prioritas pembangunan TNI AL, yaitu modernisasi alutsista, upaya pemenuhan kebutuhan Alpalhankam serta peningkatan kemampuan dalam bidang pertahanan khususnya peperangan ranjau.
Kedua KRI tersebut yaitu, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 yang merupakan Mine Counter Measure Vessel (MCMV). Kedua kapal ini buatan galangan Abeking & Rassmusen Jerman, di mana keduanya memiliki kemampuan dalam operasi pemburuan ranjau.
Kapal berjenis MCMV memiliki spesifikasi Panjang 61.4 meter, lebar 11 meter, dengan bobot 1.444 ton, serta berkecepatan maksimal 18 knot. Kapal ini dilengkapi dengan empat unit lift craft dan dua unit Rigid Hull Inflateble Boat (RHIB). Alutsista terbaru yang resmi memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II ini, dibuat berbahan dasar baja non-magnetik yang memilliki degaussing system untuk mengurangi kemagnetan kapal.
Baca Lainnya :
- Top! Prajurit TNI AL Sabet Puluhan Medali di Ajang Karate Championship 2023 Yogyakarta0
- Menhan Prabowo Subianto: Penguatan Kemampuan Matra Laut Mutlak Dilaksanakan0
- Sambut HUT ke-77 Jalasenasti, TNI AL Beri Bantuan Korban Kebakaran di Tambora0
- Sambut Festival Danau Sunter 2023, Panglima Kolinlamil Ingatkan Pentingnya Koordinasi Melekat0
- Hadapi Kemajuan Teknologi, ini Pesan Kasal Kepada Perwira Remaja TNI AL0
Selain itu juga dilengkapi dengan Autonomous Underwater Vehicle (AUV), berguna untuk membantu mendeteksi dan mengidentifikasi kontak di dalam air dan juga terdapat Unmanned Surface Vessel (USV) yang berfungsi sebagai kapal tanpa awak untuk membersihkan dan menyapu ranjau dari permukaan laut.
Pada kapal pemburu ranjau keluaran galangan kapal Jerman ini, juga dilengkapi dengan platform Remotely Operated Vehicle (ROV) dan peralatan sonar bawah air untuk mendeteksi ancaman dari perairan dalam.
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali juga akan melantik serta mengukuhkan Letkol Laut (P) Mufianto Machfud sebagai Komandan KRI Pulau Fani-731 dan Letkol Laut (P) Slamet Ariyadi sebagai Komandan KRI Pulau Fanildo-732.
“Atas nama segenap jajaran TNI AL, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan RI, atas komitmen dan kontribusi yang luar biasa dalam mendukung sepenuhnya program pembangunan kekuatan Matra Laut”, tandas Kasal saat meresmikan kedua KRI tersebut.(Riz/Oryza)











