- Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub: Momentum Evaluasi Pelayanan kepada Masyarakat
- Lantik Pengurus PWI Kepri, Cak Munir Ingatkan Spirit DNA Wartawan Pejuang
- TEUs Bersinar KSO TPK Koja Perluas Akses Pendidikan 100 Pelajar
- Arus Petikemas Tumbuh 12,38 %, PT Terminal Teluk Lamong Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026
- Menaker: Mahasiswa Perlu Seimbangkan Keahlian Teknis dan Kemampuan Komunikasi
- Welcome To Sea Giant, Indonesia Protective Sea Fortress, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Memasuki Laut Nusantara
- LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Presiden Prabowo: Danantara Wajib Bantu
- Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
- Pelindo Regional 2 Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Kenalkan Jejak Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa
- Resahkan Nelayan, 37 Rumpon Ilegal di Maluku Utara Ditertibkan KKP
Menhan Prabowo Subianto: Penguatan Kemampuan Matra Laut Mutlak Dilaksanakan

Keterangan Gambar : Menhan Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (kiri) dan Kasal Laksamana TNi Muhammad Ali (kanan). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Indonesia merupakan negara kepulauan yang strategis dan menempati posisi strategis diantara dua benua dan dua samudera besar. Untuk itu penguatan kemampuan matra laut, baik dari segi penambahan alutsista maupun penambahan Sumber Daya Manusia mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, saat pelaksanaan Delivery Ceremony dua KRI terbaru TNI AL yaitu KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, di Koarmada II, Surabaya, Senin (14/8/2023).
Baca Lainnya :
- Sambut HUT ke-77 Jalasenasti, TNI AL Beri Bantuan Korban Kebakaran di Tambora0
- Sambut Festival Danau Sunter 2023, Panglima Kolinlamil Ingatkan Pentingnya Koordinasi Melekat0
- Hadapi Kemajuan Teknologi, ini Pesan Kasal Kepada Perwira Remaja TNI AL0
- Mahasiswa Unsoed Sambangi Pos TNI AL Karangsong Cirebon, ini Tujuannya0
- Lantik 383 Perwira Remaja, Panglima TNI Ingatkan Potensi Ancaman Multidimensi0
Lebih lanjut dikatakan oleh Menhan, pembangunan KRI ini merupakan bukti kesungguhan dalam menjamin kedaulatan bangsa dan negara. “Kedatangan alutsista tersebut menjadi salah satu bukti betapa eratnya hubungan antara Indonesia dan Jerman, khususnya kedua kementrian pertahanan”, tegas Prabowo.
Kedua KRI tersebut merupakan jenis Mine Counter Measure Vessel (MCMV), buatan galangan Abeking & Rassmusen Jerman, dimana keduanya memiliki kemampuan dalam operasi pemburuan ranjau.
Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan RI, atas komitmen dan kontribusi yang luar biasa dalam mendukung sepenuhnya program pembangunan kekuatan Matra Laut.
Pada kesempatan ini Menhan juga menyerahkan 100 unit Motor Kawal bagi jajaran TNI AL yang terdiri dari 6 unit Motor BMW, 17 Motor Yamaha, dan 77 motor trail.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Sailling Pass di mana Menhan Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali serta sejumlah pejabat tinggi TNI menerima penghormatan Sailling Pass dari sejumlah KRI terbaru TNI AL.
Jajaran KRI terbaru TNI AL yang melaksanakan Sailling Pass yaitu KRI Pulau Fani – 731 dan KRI Pulau Fanildo – 732, KRI Kapak-625, KRI Panah-626, KRI Halasan – 630, KRI Tombak – 629, KRI Sampari – 628, serta Trimaran Class yaitu KRI Golok – 688.
Kegiatan ini dimeriahkan juga oleh sejumlah demonstrasi diantaranya beladiri Tarung Derajat dari para Prajurit TNI AL, serta demo terjun payung, penanganan anti teror, VBSS, serta Boogie Jump dengan membawa bendera oleh para pasukan khusus TNI AL dari Komando Pasukan Katak. (Bow/Oryza)











