- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
Kampanye Keselamatan Pelayaran di Ternate, Kemenhub Edukasi Masyarakat Pesisir, Bagikan Life Jacket

Keterangan Gambar : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Gedung Dhuafa Center, Ternate, Maluku Utara. Kampanye dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TERNATE: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Gedung Dhuafa Center, Ternate, Maluku Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung visi dan misi pemerintah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesadaran masyarakat guna mewujudkan sistem transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Kunjungi Makassar New Port, Wamenhub Suntana: Kita Mampu Tingkatkan Daya Saing Logistik Nasional0
- Ini Dia KRL Baru Buatan Anak Bangsa, Siap Dioperasikan KAI Commuter0
- Menhub di Depan DPR: Angkutan Lebaran 2025 Lancar, Total Pergerakan 54,89% dari Penduduk0
- Rute Bengkulu-Enggano Kembali Dibuka, ASDP: Dukung Mobilitas dan Koneksitas antar Pulau0
- One Way Nasional, Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 Dinilai Terkendali, Menhub Kasih Jempol0
Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, pimpinan daerah, instansi terkait, asosiasi pelayaran, paguyuban nelayan, serta insan perhubungan laut dari berbagai sektor, termasuk perusahaan pelayaran, agen kapal, hingga para nelayan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kampanye ini.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada jajaran Ditjen Hubla dan semua pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Ini bukan hanya seremonial, tapi langkah konkret untuk menyebarkan budaya keselamatan pelayaran,” ujar Antoni dalam keterangan tertulis, Rabu (30/4/2025).
Ia menegaskan, keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan harus menjadi budaya bersama, bukan hanya tindakan responsif saat terjadi musibah.
“Kita ingin agar keselamatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir. Karena itu, upaya kita tak boleh berhenti pada penanganan kecelakaan saja, tapi juga pada pencegahan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada sektor kelautan, terutama bagi masyarakat pesisir dan para nelayan. Oleh karena itu, kampanye ini juga menitikberatkan pada edukasi serta pemberian bantuan nyata kepada pelaku usaha pelayaran tradisional.
Pembagian Life Jacket
Sebagai simbol komitmen terhadap keselamatan pelayaran, Ditjen Hubla memberikan bantuan berupa life jacket, sertifikat, buku pelaut, serta peralatan keselamatan kapal kepada para nelayan dan operator kapal tradisional yang beroperasi di Pelabuhan Ternate.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan pelayaran. Bantuan alat keselamatan juga kami berikan agar nelayan kecil tidak terbebani biaya, tetapi tetap terlindungi,” jelas Antoni.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting mengungkapkan pada kampanye keselamatan tersebut dibagikan sebanyak 199 E-Pas Kecil, 320 sertifikat SKK 60 Mil, 175 Buku Pelaut Merah dan 5 Buku MPR/JMPR.
"Kampanye ini memiliki tiga tujuan utama yakni meningkatkan keselamatan pelayaran, dengan memastikan kapal-kapal di bawah GT 7 dilengkapi dokumen, status hukum, dan alat keselamatan yang memadai," ujarnya.
Hendri juga mengungkapkan tujuan lainnya yakni mendukung perekonomian nelayan kecil, dengan mengurangi beban biaya melalui pemberian alat keselamatan secara gratis atau dengan syarat minimal. Selain itu juga meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat pesisir mengenai pentingnya keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Kementerian Perhubungan berharap kegiatan ini dapat mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mengutamakan budaya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran dan menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pelayaran yang aman dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat khususnya di Provinsi Maluku Utara semakin sadar, peduli, dan terlibat aktif dalam mewujudkan pelayaran yang aman dan berkelanjutan," tandasnya.(Arry/Oryza)











