- Cetak Instruktur Kompeten Generasi Muda Maritim, Pusteral Gelar Kursus Instruktur Saka Bahari Nasional
- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
Gunung Ruang Meletus, TNI AL Kirim Kapal Perang Bawa Bantuan

Keterangan Gambar : TNI AL mengirim bantuan yang dibawa oleh kapal perang KRI Kakap-811, ratusan prajurit dan tim kesehatan untuk membantu korban erupsi Gunung Ruang di Sumatera Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut merespon cepat bencana alam erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara. Dalam waktu 1x 24 jam TNI AL mengirim Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang membawa bantuan untuk korban. Ratusan prajurit dan tim kesehatan juga diterjunkan.
Selain itu TNI AL juga melakukan evakuasi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, yang terdampak bencana alam.
Baca Lainnya :
Pasca erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada 17 April 2024, TNI AL bergerak cepat dengan mengerahkan KRI Kakap-811 ke lokasi bencana pada Kamis (18/4/2024). Kapal perang ini membawa bantuan kemanusiaan dari Kementerian Sosial serta sejumlah bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Informasi terakhir pemantauan situasi kondisi erupsi gunung, aktivasi letusan sudah tidak ada, tetapi masih terlihat luapan asap tebal sehingga terjadi hujan abu yang mengguyur hampir seluruh Pulau Tagulandang.
Bantuan yang dibawa TNI AL terdiri dari ribuan paket makanan, selimut, tenda, genset hingga pakaian untuk orang dewasa maupun anak-anak, yang tentu saja sangat dibutuhkan masyarakat terlebih ditengah kondisi darurat.
Menghadapi situasi ini, TNI AL juga menyiapkan kekuatan sebanyak 400 personel yang terdiri dari personel unsur KRI, Markas Komando Lantamal VIII, personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna, personel Marinir Yonmarhanlan dan tenaga kesehatan TNI AL untuk pengoperasionalan Posko Penanggulangan Bencana.
“Tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Salah satunya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan”, ungkap Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado Laksamana Pertama TNI Nouldy J. Tangka.
Dalam kesempatan terpisah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan, jajarannya akan melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). sekaligus bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dalam penanggulangan bencana alam.
"Untuk itu kita selalu stand by pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana, serta kita siapkan kapal-kapal terkait", tandas Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)











