- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
Diserang Israel, Anggota TNI Satgas UNIFIL Gugur di Lebanon

Keterangan Gambar : Praka Farizal Rhomadhon. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Tentara Nasional Indonesia (TNI) berduka. Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Farizal adalah anggota Satgas Indonesian Battalion Kontingen Garuda UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon). Farizal yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL gugur dalam serangan yang terjadi di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.
Serangan tersebut menghantam markas kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Kunjungan Resmi Perdana ke Jepang0
- Dua Kapal Perang Kerajaan Thailand Tinggalkan Jakarta, Dilepas Kodaeral III0
- Melintasi Samudra Hindia, Ini yang Dilakukan Taruna AAL dan ASEAN Plus Cadet Sail di KRI Bima Suci0
- Kekuatan Baru Armada TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 Disambut Panglima TNI dan Kasal0
- ASEAN Plus Cadet Sail 2026 Dimulai, 141 Peserta dari 26 Negara Berlayar Bersama0
Informasi yang dihimpun indonesiamaritimenews.com insiden tersebut selain 1 prajurit meninggal dunia, juga mengakibatkan 1 orang luka berat dan 2 lainnya luka ringan.
Praka Farizal disebutkan gugur pada Minggu, pukul 20.44 waktu Lebanon atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB. Dia gugur di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan akibat serangan Altileri Israel Defence Forces (IDF).
Praka Farizal beradal dari Dusun Ledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria yang dilahirkan pada 3 Jsnuari 1998 itu meninggalkan istri dan seorang anak yang masih balita.
Indonesia melalui Kenterian Luar Negeri mengecam keras insiden tersebut. "Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri dikutip dari akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).
"Indonesia memberikan simpati untuk keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. "Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Kemenlu RI menegaskan, setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas. (Bow/oryza)











