- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Dibangun TNI AL, Ini Spesifikasi Kapal Harbour Tug Gunung Ranai Karya Anak Bangsa

Keterangan Gambar : TNI AL membangun Kapal Harbour Tug H-405 karya anak bangsa. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut kembali melaksanakan Shipnaming dan Launching satu Kapal Harbour Tug yaitu H-405. Sebelumnya telah dilaksanakan juga delivery 2 kapal jenis Harbour Tug dengan memanfaatkan industri dalam negeri yaitu PT. Noahtu Shipyard pada Agustus 2023 lalu.
Acara launching dipimpin oleh Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal), Laksamana Muda TNI Agus Santoso di galangan kapal PT. Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Selasa (3/10/2023).
Baca Lainnya :
- Naik Pangkat, Prajurit Pangkalan TNI AL Semarang Disiram Air Kembang0
- Prajurit Naik Pangkat, Upacara Digelar di Atas Kapal Perang Perairan Lombok0
- Sarasehan TNI AL, Kasal: Indonesia Emas Maju,Berdaulat Kekuatan Maritim dan Pertahanan Modal Utama0
- Amankan KTT AIS di Bali, Rantis Lapis Baja dan Motor Kawal Diangkut 2 Kapal Perang dari Priok0
- TNI AL Kirim KRI Spica-934 Latma Survei Hidrografi Terkoordinasi dengan Australia0
Kapal yang akan diberi nama “Gunung Ranai” ini, merupakan Kapal Harbour Tug TNI AL yang dirancang untuk memberikan pelayanan pemanduan dan penundaan dalam membantu pergerakan manuver Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) keluar masuk pelabuhan.
“TNI AL berkomitmen untuk mendukung program pemerintah melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)," kata Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Agus Santoso, seusai acara shipnaming.
Ditambahkannya, galangan kapal dalam negeri saat ini tidak kalah dengan galangan di luar negeri. Galangan dalam negeri sudah banyak yang dapat membangun bukan saja tugboat, bahkan sudah dapat membangun Kapal Perang Republik Indonesia.
Tugboat ini nantinya akan berada di jajaran Koarmada I. Pertimbangannya, dengan bertambahnya unsur KRI di Koarmada I yang saat ini sudah diperkuat kapal jenis Angkut Tank, Bantu Rumah Sakit dan Patroli, maka dibutuhkan adanya kapal Harbour Tug.
SPESIFIKASI KAPAL
Kapal tersebut memiliki panjang 30 meter, dengan lebar 12 meter, serta tinggi 5,10 meter. Memiliki kecepatan hingga 12 knot dengan endurance hingga 5 hari, serta dilengkapi dengan akomodasi untuk 10 orang personel.
Selain sebagai kapal Harbour Tug juga berfungsi sebagai kapal Search and Resque (SAR) karena dilengkapi dengan External Fire Fighting untuk membantu pemadaman serta evakuasi korban di laut.
Selain itu dengan spesifikasi Independent Engine Drive kapasitas 650 m3/jam dengan jangkauan 90 meter kapal ini mampu melakukan tugas penanggulangan kebakaran di laut atau pelabuhan.
Kapal ini juga memiliki Sistem Oil Dispersant kapasitas tanki 3 m3/jam untuk penanggulangan pencemaran air laut oleh tumpahan minyak di laut.
Sejumlah kemampuan juga dimiliki oleh kapal tersebut di antaranya, Bollard Pull 35 ton, Sudut pandang Rumah Kemudi hingga 360°, pemindahan kapal dan escorting services dengan menggunakan winch yang ada di haluan dan buritan, dilengkapi dengan Sistem Propulsi Azimuth Stern Drive sehingga kapal dapat bermanuver 360° diam di tempat.
Dalam beberapa kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa komitmen TNI AL pada P3DN, guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) serta meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global. (Riz/Oryza)
TNI AL membangun Kapal Harbour Tug H-405 karya anak bangsa. Foto: Dispenal











